SANGATTA,Jejak-kasusnews.web.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Kutai Timur resmi melaksanakan pendistribusian perdana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para pelajar di Kabupaten Kutai Timur, Senin pagi. Kegiatan perdana tersebut dipusatkan di SDN 015 Sangatta Utara dan turut menyasar TK Kemala Bhayangkari serta SDN 011.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.247 porsi makan bergizi berhasil disalurkan kepada para siswa sebagai penerima manfaat. Penyaluran dilakukan langsung oleh jajaran Polres Kutai Timur bersama Kepala SPPG Polres Kutim, pihak sekolah, serta para dewan guru.
Wakapolres Kutai Timur, Kompol Ahmad Abdullah, menyampaikan bahwa program MBG merupakan bentuk dukungan Polri terhadap peningkatan gizi anak serta upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Pagi ini kami bersama pejabat utama Polres Kutai Timur, Kepala SPPG beserta staf, dan pihak sekolah melaksanakan pendistribusian perdana makan bergizi gratis. Alhamdulillah sebanyak 1.247 porsi dapat tersalurkan kepada penerima manfaat di TK Kemala Bhayangkari, SDN 011, dan SDN 015,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan antusias dari para siswa maupun pihak sekolah. Menurutnya, program tersebut akan terus dikembangkan secara bertahap hingga mencapai target distribusi sebanyak 3.000 porsi.
“Untuk tahap awal ini kami masih berproses secara bertahap. Ke depan target keseluruhan penerima manfaat dari SPPG Polres Kutai Timur mencapai 3.000 penerima manfaat,” tambahnya.
Selain menyasar siswa tingkat TK dan SD, program MBG nantinya juga akan diperluas ke sejumlah sekolah lain, termasuk SMK Muhammadiyah dan kelompok ibu hamil (bumil).
Sementara itu, Kepala SPPG Polres Kutim, Rezky Rahayu, mengakui bahwa dalam tahap awal operasional masih terdapat beberapa kendala teknis, khususnya terkait kedisiplinan karyawan.
“Untuk kendala yang kami hadapi saat ini terkait karyawan yang datangnya kurang tepat waktu. Namun secara keseluruhan masih wajar karena dapur ini juga baru mulai kami bangun dan operasionalkan,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan evaluasi terus dilakukan agar pelayanan dan distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat dapat berjalan optimal ke depannya.
(Samsul Daeng Pasomba.PPWI)












