News  

Polsek Sangatta Utara Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tak Terpancing Panic Buying

SANGATTA,Jejak-kasusnews.web.id – Di tengah adanya penyesuaian harga beberapa jenis BBM non subsidi, jajaran Polsek Sangatta Utara turun langsung melakukan monitoring dan pengecekan ke sejumlah SPBU di wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar, stok aman, serta mengantisipasi potensi penimbunan maupun panic buying di masyarakat.

Sedikitnya delapan SPBU dan APMS menjadi sasaran pengecekan personel Polsek Sangatta Utara, mulai dari SPBU di Jalan Apt Pranoto, Jalan Yos Sudarso II, Jalan Soekarno Hatta, Jalan AW Syahrani, hingga kawasan Poros Sangatta–Bontang.

Dari hasil monitoring di lapangan, stok BBM jenis Pertalite, Pertamax, Solar, Pertamax Turbo, hingga Dexlite masih tersedia dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Selain melakukan pengecekan stok fisik BBM, personel kepolisian juga melakukan wawancara langsung dengan pengawas SPBU terkait distribusi, jadwal pengiriman, hingga kondisi pelayanan kepada masyarakat pasca penyesuaian harga BBM non subsidi.

Dalam monitoring tersebut diketahui terdapat kenaikan harga pada beberapa jenis BBM non subsidi, di antaranya Pertamax Turbo yang naik dari Rp19.850 menjadi Rp20.350 per liter, Dexlite dari Rp24.150 menjadi Rp26.600 per liter, serta Pertamina Dex dari Rp24.450 menjadi Rp28.500 per liter.

Meski terjadi kenaikan harga, situasi di sejumlah SPBU terpantau tetap normal dan tidak ditemukan adanya antrean panjang maupun aksi panic buying oleh masyarakat.

Kapolsek Sangatta Utara IPTU Bambang Eko mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan guna memastikan distribusi BBM berjalan aman serta mencegah terjadinya penyalahgunaan maupun praktik pengisian berulang oleh oknum tertentu.

“Kami mengimbau seluruh pengelola SPBU agar tetap melayani masyarakat sesuai aturan dan tidak melayani pengisian berulang yang berpotensi mengganggu distribusi BBM,” ujar IPTU Bambang Eko.

Selain itu, personel kepolisian juga memastikan belum ditemukan adanya indikasi kecurangan niaga BBM di seluruh SPBU yang dilakukan pengecekan.

IPTU Bambang Eko menegaskan bahwa monitoring rutin dilakukan sebagai langkah menjaga stabilitas distribusi energi dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Kami memastikan kondisi stok BBM di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan masih aman dan terkendali. Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak melakukan pembelian berlebihan, dan membeli BBM sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengawasan terhadap distribusi BBM akan terus dilakukan secara berkala guna mencegah potensi penyalahgunaan maupun gangguan kamtibmas yang dapat muncul akibat isu kelangkaan BBM.

Selama pelaksanaan monitoring, situasi di seluruh SPBU terpantau aman, tertib, dan aktivitas pelayanan masyarakat berjalan normal.

 

(Samsul Daeng Pasomba.PPWI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *