News  

Kepala BKN Cari Terobosan Agar ASN Tetap Sejahtera Saat Pensiun

Jakarta,Jejak-kasusnews.web.id – Humas BKN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus mendorong kesejahteraan ASN mulai dari awal karier hingga memasuki masa pensiun. Hal ini ditegaskan Kepala BKN, Prof. Zudan yang menekankan pentingnya bagi ASN mempersiapkan masa pensiunnya sejak awal dengan memanfaatkan berbagai program perencanaan keuangan yang kini semakin mudah diakses.

Prof. Zudan mengatakan bahwa pembangunan sumber daya manusia aparatur tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kompetensi dan kinerja selama masa kerja, tetapi juga mencakup kesiapan ASN menghadapi masa pensiun dengan kondisi finansial yang sehat dan mandiri. “ASN harus mulai memikirkan masa depan sejak hari ini. Ketika memasuki masa pensiun, ASN diharapkan tetap produktif, mandiri, dan memiliki ketahanan finansial yang baik. Karena itu, literasi keuangan menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur,” ujar Prof. Zudan dalam BKN Menyapa BKD bertema “Manfaat Tabungan Hari Tua (THT) ASN 1 Miliar” yang digelar secara daring pada Rabu (24/06/2026).

Selain itu, Prof. Zudan juga menjelaskan bahwa saat ini ASN memiliki akses yang semakin luas terhadap berbagai instrumen perencanaan keuangan dan program perlindungan hari tua. Kemudahan tersebut menjadi peluang bagi ASN untuk menyusun strategi keuangan jangka panjang sesuai kebutuhan dan target kesejahteraan masing-masing. Alternatif kemudahan yang dihadirkan dalam pembahasan BKN Menyapa BKD kali ini, yakni dengan menghadirkan narasumber dari Taspen Life, dan diikuti ASN serta pengelola kepegawaian dari berbagai instansi pemerintah di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan itu, pihak Taspen Life menjelaskan sejumlah pilihan program yang dapat dimanfaatkan ASN untuk mengoptimalkan manfaat hari tua melalui perencanaan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan komitmen menabung dan berinvestasi secara disiplin, manfaat yang diterima saat pensiun dapat berkembang secara signifikan sesuai dengan skema yang dipilih peserta.

Program kesejahteraan ini disambut antusias oleh para peserta, terutama pembahasan mengenai peluang memperoleh manfaat THT hingga Rp1 miliar, mekanisme kepesertaan bagi ASN maupun PPPK, serta jaminan perlindungan manfaat bagi keluarga apabila peserta menghadapi risiko sebelum memasuki masa pensiun.

Prof. Zudan menilai antusiasme tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran ASN terhadap pentingnya pengelolaan keuangan pribadi sebagai bagian dari perencanaan karier dan kehidupan. Menurutnya, kesejahteraan ASN perlu dipandang secara menyeluruh, mulai dari masa aktif hingga memasuki masa purnatugas. “Menjadi ASN bukan hanya tentang mengabdi kepada negara hari ini, tetapi juga memastikan kualitas hidup yang baik di masa depan. Semakin dini perencanaan dilakukan, semakin besar peluang untuk mencapai masa pensiun yang aman, tenang, dan sejahtera,” tambahnya.

Melalui program BKN Menyapa BKD, BKN terus memperluas akses informasi yang bermanfaat bagi ASN, termasuk mengenai pengelolaan keuangan dan perencanaan masa pensiun. BKN akan terus mendukung terwujudnya ASN yang profesional, berkinerja tinggi, dan memiliki kesejahteraan yang berkelanjutan hingga masa pensiun.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *