Meranjat,Jejak-kasusnews.web.id – 16 Mei 2026 — Sejumlah warga di Kelurahan Rimba Asam menyampaikan kekecewaan terkait proses perekrutan relawan pada dapur MBG Gebuh Minang yang berada di lingkungan mereka. Kekecewaan tersebut disampaikan warga saat ditemui di lokasi pada Sabtu (16/5/2026).
Salah satu warga, Agus, mengatakan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan program MBG yang berjalan di wilayah tersebut. Namun, ia menilai pengelolaan perekrutan relawan di dapur SPPG kurang terbuka terhadap masyarakat sekitar.
“Bukan menyalahkan programnya, tetapi kepala SPPG yang ada di dapur dinilai kurang bagus dalam merekrut pekerja relawan. Warga setempat merasa tidak dilibatkan,” ujar Agus.
Pada pukul 18.30 WIB, dilakukan konfirmasi kepada Ketua RT 04 dan RT 05 setempat. Ketua RT 05, Jepri, yang berada di lokasi membenarkan adanya keluhan warga terkait kurangnya keterbukaan dalam perekrutan relawan.
Menurut Jepri, warga sekitar berharap adanya kesempatan bagi masyarakat setempat untuk ikut bekerja sebagai relawan di dapur MBG Gebuh Minang yang berada dekat permukiman mereka.
“Warga kami tidak ada yang dipekerjakan sebagai relawan di PGN Gebuh Minang yang berada dekat rumah warga,” ungkap Jepri.
Hal senada juga disampaikan Ketua RT 04, Ibu Dewi Puspita. Ia menyebut sebagian besar relawan yang bekerja di SPPG berasal dari luar wilayah RT 04 dan RT 05.
Pihak RT berharap pengelola dapur MBG Gebuh Minang yang diketuai oleh Pak Riko dapat lebih terbuka dan mempertimbangkan masyarakat sekitar dalam perekrutan relawan ke depan.
Menurut warga, kurangnya keterbukaan tersebut dianggap mencederai perasaan masyarakat setempat yang berharap dapat ikut terlibat dan merasakan manfaat dari keberadaan program di lingkungan mereka.
Rusdi












