News  

Diduga Bermasalah, Program Peremajaan Tebu 2026 di Kediri Tuai Keluhan Petani

Kediri,Jejak-kasusnews.web.id -10 Juli 2026 — Pelaksanaan Program Peremajaan Benih Unggul Tebu atau *Bongkar Ratoon* tahun anggaran 2026 di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menuai keluhan dari sejumlah petani. Para penerima manfaat mempertanyakan kemampuan penyedia dalam mendistribusikan benih tebu sesuai jumlah, jadwal, dan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Program yang ditujukan untuk mendukung peningkatan produktivitas tebu dan swasembada gula tersebut dilaporkan mencakup lahan kurang lebih 48 hektare yang tersebar di tiga wilayah, yakni Malang, Mojokerto, dan Kediri.

Dalam pelaksanaannya di Kabupaten Kediri, terdapat tiga perusahaan penyedia benih yang disebut sebagai pemenang tender, yaitu **CV Lang Buana, CV Joyo Rosan, dan CV Sungguh Menawan**.

Namun, berdasarkan keluhan yang disampaikan petani, pelaksanaan distribusi benih oleh dua dari tiga penyedia tersebut diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kedua penyedia itu dinilai belum mampu memenuhi tanggung jawab pengadaan secara profesional.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, **CV Joyo Rosan** diduga tidak mampu mengirimkan benih sesuai jumlah yang menjadi kewajibannya berdasarkan hasil lelang. Sementara itu, benih yang dikirimkan oleh **CV Sungguh Menawan** dikeluhkan tidak sesuai spesifikasi dan memiliki kualitas yang dinilai kurang layak untuk ditanam.

Permasalahan tersebut dinilai telah mengganggu jadwal tanam dan menimbulkan ketidakpastian bagi petani penerima manfaat. Sejumlah petani mengaku merasa dirugikan karena benih tidak tersedia sesuai kebutuhan, sedangkan sebagian lainnya mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari program.

Bahkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh, terdapat petani yang telah memilih untuk tidak melanjutkan keikutsertaannya karena khawatir keterlambatan dan rendahnya kualitas benih akan berdampak terhadap proses tanam serta hasil produksi.

> “Petani tebu meminta dinas terkait segera mengevaluasi perusahaan penyedia bibit yang dinilai tidak memiliki kecakapan dalam memenuhi kebutuhan benih,” tegas **Wanto**, salah seorang petani tebu di Kabupaten Kediri.

Keluhan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai proses pengawasan, pemeriksaan mutu, dan evaluasi kinerja penyedia oleh instansi terkait. Dinas Pertanian dan Perkebunan diharapkan tidak hanya menerima laporan administratif, tetapi juga memastikan benih yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kontrak, baik dari aspek jumlah, mutu, waktu pengiriman, maupun kelayakan tanam.

Apabila ditemukan benih yang tidak sesuai spesifikasi atau keterlambatan distribusi yang merugikan petani, pemerintah daerah diminta segera mengambil tindakan, termasuk meminta penggantian benih, memberikan teguran, serta menjatuhkan sanksi kepada penyedia sesuai ketentuan yang berlaku.

Petani juga meminta agar evaluasi dilakukan secara terbuka sehingga permasalahan tidak berlarut-larut dan tujuan program tidak gagal akibat lemahnya pelaksanaan di lapangan. Mereka menilai bahwa keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari terserapnya anggaran, tetapi harus dilihat dari manfaat nyata yang diterima petani.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan petani, kualitas benih, keterlambatan distribusi, maupun langkah evaluasi terhadap perusahaan penyedia.

Pihak **CV Joyo Rosan** dan **CV Sungguh Menawan** juga belum memberikan klarifikasi terkait dugaan ketidaksesuaian jumlah dan kualitas benih sebagaimana dikeluhkan oleh petani.

Program *Bongkar Ratoon* merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melakukan peremajaan tanaman tebu melalui penggunaan benih unggul. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas tanaman, dan mendukung pencapaian target swasembada gula nasional.

Namun, apabila distribusi benih tidak dilakukan tepat waktu dan benih yang diterima tidak memenuhi standar, program tersebut dikhawatirkan justru menambah beban petani dan menghambat pencapaian target yang telah ditetapkan.

 

Suyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *