BATAM,Jejakkasusnews.web.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam mendukung penyelenggaraan kegiatan Layar Budaya Hinterland yang digelar di Gedung Nasional, Kecamatan Belakang Padang, Sabtu malam (1/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus hiburan bagi masyarakat melalui pemutaran film karya sineas lokal yang mengangkat nilai-nilai budaya Melayu.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Samson Ramba Pasir, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang bertujuan memperkenalkan sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat hinterland melalui media film.
“Program ini menghadirkan karya-karya sinematografi yang berkaitan dengan kehidupan dan kebudayaan masyarakat Melayu di wilayah hinterland. Film-film tersebut diproduksi oleh sineas daerah dan diputar langsung di pulau-pulau sebagai bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa,” ujar Samson.
Menurutnya, pemutaran film di Belakang Padang menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang melibatkan komunitas film yang dipimpin sutradara dan produser lokal, Fajri Andika.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat disuguhkan sejumlah film karya anak Batam, di antaranya Ketua dan Radio Melayu. Film Ketua mengangkat kisah praktik politik uang yang berujung pada penangkapan oleh aparat penegak hukum. Sementara film Radio Melayu menceritakan perjuangan mempertahankan siaran radio berbahasa Melayu sebagai media pelestarian budaya di tengah perubahan zaman.
Samson menilai karya-karya tersebut tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi yang dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.
“Kami berharap anak-anak Batam, khususnya yang berada di wilayah pulau atau hinterland, semakin termotivasi untuk berkarya. Film bisa menjadi salah satu media dalam membangun dan melestarikan kebudayaan Melayu,” katanya.
Ia mengungkapkan, setelah Belakang Padang, program Layar Budaya Hinterland dijadwalkan berlanjut ke Pulau Panjang di Kecamatan Bulang serta Pulau Penyengat sebagai bagian dari rangkaian pemutaran film budaya di Kepulauan Riau.
Selain pemutaran film, kegiatan juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat sekaligus upaya berbagi kebahagiaan dengan warga di wilayah hinterland.
“Mari belajar, mari berkarya, dan bersama-sama membangun kebudayaan kita. Salah satunya melalui karya film yang mampu memperkenalkan budaya Melayu kepada masyarakat luas,” pesan Samson.
Menutup kegiatan, Samson mengajak generasi muda untuk terus belajar, berkarya, dan menjaga warisan budaya daerah melalui berbagai media kreatif.
Izazat Karunia












