Aceh Utara,Jejakkasusnews.web.id – Semangat kepedulian dan solidaritas terhadap sesama kembali ditunjukkan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.
Ketua K3S Tanah Jambo Aye, M. Yusuf, memimpin rapat sosial yang dihadiri perwakilan dari 25 Sekolah Dasar (SD) di wilayah tersebut. Kegiatan berlangsung di Aula K3S Tanah Jambo Aye, Sabtu (8/8/2026).
Rapat tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian bersama atas dua peristiwa duka yang baru-baru ini menimpa anak didik di wilayah Tanah Jambo Aye.
Dua musibah tersebut masing-masing menimpa seorang siswa yang tersambar petir, sementara seorang siswa lainnya meninggal dunia setelah terjatuh dan tenggelam di saluran pintu air kawasan persawahan.
Kedua peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekolah.
Kondisi itu turut menggugah kepedulian para kepala sekolah yang tergabung dalam K3S Tanah Jambo Aye untuk mengambil langkah bersama sebagai bentuk solidaritas kepada keluarga yang sedang mengalami musibah.
Dalam rapat tersebut, para perwakilan sekolah membahas langkah kepedulian yang dapat dilakukan secara bersama-sama terhadap kedua keluarga siswa yang tertimpa musibah.
Ketua K3S Tanah Jambo Aye, M. Yusuf, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar rapat, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian keluarga besar pendidikan terhadap anak didik dan keluarganya.
Menurutnya, ketika musibah menimpa salah satu keluarga siswa, maka rasa kepedulian perlu ditunjukkan secara bersama-sama. Hal itu sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat kebersamaan dan rasa kekeluargaan antar-SD di Kecamatan Tanah Jambo Aye.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kita bersama. Semoga apa yang dilakukan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi musibah,” ujarnya.
K3S Tanah Jambo Aye juga menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga kedua siswa tersebut. Para kepala sekolah berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan.
Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa kepedulian di lingkungan pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan belajar mengajar, tetapi juga melalui rasa kemanusiaan dan solidaritas ketika keluarga besar pendidikan menghadapi musibah.[ZR]












