Pramuka di Karangsari Jadi Wadah Membangun Karakter Siswa, Tanamkan Gotong Royong dan Cinta Lingkungan

GARUT,Jejakkasusnews.web.id — Kegiatan Pramuka yang melibatkan siswa dari sejumlah sekolah di wilayah Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, menjadi salah satu upaya nyata dalam membangun karakter generasi muda sejak dini.

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Desa Karangsari tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai Sabtu, 22 Agustus 2026, dan diikuti lebih dari 200 siswa yang berasal dari jenjang SDN, MI, SMP, dan MTs yang berada di wilayah Desa Karangsari.

Melalui kegiatan Pramuka, para siswa ditempatkan pada berbagai situasi nyata di luar ruang kelas. Mereka dilatih untuk mengambil keputusan, bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun kelompok, serta membangun mental yang tangguh dan memiliki solidaritas terhadap sesama.

Berbagai kegiatan seperti latihan lapangan, petualangan alam, simulasi penyelamatan, kepeloporan, hingga aktivitas outbound dirancang untuk mengasah keberanian, kepemimpinan, kedisiplinan, kerja sama, dan rasa percaya diri para peserta.

Selain membentuk karakter, kegiatan Pramuka juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap lingkungan dan semangat gotong royong. Saat peserta bersama-sama mendirikan tenda, membersihkan lingkungan perkemahan, maupun menyelesaikan berbagai tugas kelompok, mereka belajar secara langsung tentang pentingnya kolaborasi, kepedulian, dan saling menghargai.

Salah satu pembina Pramuka, AL, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan ajang untuk menempa diri para siswa agar memiliki mental yang kuat sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

Kegiatan Pramuka merupakan ajang untuk menempa diri, melatih mental, menumbuhkan kepercayaan diri, serta berlatih mencintai alam. Hal ini sejalan dengan program yang kami jalankan,” ujar AL saat membuka kegiatan perkemahan.

Menurutnya, kecintaan terhadap alam juga perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan konsep ekoteologi, yakni pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Ekoteologi merupakan pendekatan yang mengintegrasikan ajaran agama dengan kepedulian terhadap lingkungan. Menjaga dan melestarikan alam dipandang sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab spiritual. Ini sejalan dengan kegiatan Pramuka yang mengharapkan siswa dapat menjaga alam sebagai bagian dari pengabdian kepada Tuhan,” tuturnya.

Lebih dari sekadar kegiatan perkemahan, momentum tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk memahami arti kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan berkumpulnya siswa dari berbagai sekolah, mereka juga memiliki kesempatan untuk saling mengenal, membangun persahabatan, serta belajar bekerja sama dengan teman-teman dari lingkungan pendidikan yang berbeda.

Kegiatan selama tiga hari tersebut diisi dengan berbagai pelatihan lapangan dan aktivitas outbound yang diharapkan mampu mengasah karakter, kepemimpinan, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama para peserta.

Harapannya kegiatan ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan laboratorium nyata dalam membangun karakter siswa. Dengan dukungan sekolah dan pendamping Pramuka yang berdedikasi, pengalaman selama tiga hari ini menjadi fondasi kuat bagi tumbuhnya generasi muda yang mandiri, bertanggung jawab, mencintai lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.

 

Hendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *