LHOKSEUMAWE,Jejakkasusnews.web.id –Sebanyak 47 gampong yang tersebar di empat kecamatan di Kota Lhokseumawe siap mengikuti Pemilihan Keuchik Gampong (Pilchikgam) serentak Tahun 2026. Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat gampong tersebut, deklarasi damai dijadwalkan digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Lhokseumawe itu menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh tahapan Pilchikgam berjalan aman, tertib, demokratis, dan tetap menjaga persaudaraan di tengah masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lhokseumawe, A. Haris, mengajak seluruh calon keuchik, panitia pemilihan, aparatur gampong serta masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Pilchikgam dengan menjunjung tinggi nilai demokrasi.
“Pilihan boleh berbeda, tetapi persaudaraan tetap menjadi yang utama. Mari kita wujudkan Pilchikgam yang jujur, adil, aman dan demokratis,” demikian pesan yang disampaikan dalam ajakan deklarasi damai tersebut.
Sebanyak 47 gampong dari empat kecamatan dinyatakan siap mengikuti tahapan Pilchikgam serentak. Ratusan calon keuchik nantinya akan bertarung secara demokratis untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Deklarasi damai diharapkan menjadi komitmen bersama seluruh pihak agar perbedaan pilihan tidak menjadi sumber perpecahan. Para calon keuchik juga diharapkan mampu memberikan contoh politik yang santun serta menerima hasil pemilihan dengan lapang dada.
Pemerintah Kota Lhokseumawe menekankan bahwa Pilchikgam bukan sekadar menentukan siapa yang akan memimpin gampong, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan pembangunan di tingkat gampong.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh rangkaian tahapan hingga pelaksanaan pemilihan selesai.
“Mari kita sukseskan Pilchikgam dengan jujur, adil dan demokratis, serta menjadikannya sebagai kebanggaan kita semua.”
Dengan semangat deklarasi damai tersebut, Pilchikgam serentak 2026 diharapkan menjadi pesta demokrasi yang tidak hanya menghasilkan pemimpin gampong pilihan masyarakat, tetapi juga memperkuat persatuan dan menjaga suasana kondusif di Kota Lhokseumawe.[ZR]












