GARUT,Jejakkasusnews.web.id — Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026 di Kampung Paas, RT 02/RW 05, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, akhirnya sampai pada penghujung acara.
Setelah berbagai rangkaian kegiatan yang dipenuhi kegembiraan, kebersamaan, dan semangat kemerdekaan, masyarakat menutup seluruh rangkaian perayaan dengan pengajian yang menghadirkan seorang mubalig dari Tasikmalaya.
Suasana yang sebelumnya dipenuhi gelak tawa, sorak anak-anak, serta semangat perlombaan, perlahan berubah menjadi hening dan penuh kekhusyukan. Warga duduk bersama mendengarkan tausiah, seolah kembali diingatkan bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang rasa syukur kepada Allah SWT dan pentingnya menjaga persaudaraan.
Di tengah suasana malam yang tenang, lantunan ayat suci Al-Qur’an dan nasihat keagamaan membuat suasana semakin haru. Warga tampak larut dalam renungan, mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Sandy Hendra, salah seorang tokoh Desa Tanjungjaya, menyampaikan bahwa rangkaian peringatan HUT RI ke-81 bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan hari kemerdekaan.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
«“Yang paling penting bukan hanya kemeriahannya, tetapi bagaimana kita bisa berkumpul, saling menghargai, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan,” ujar Sandy Hendra.»
Ia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun tidak berhenti setelah acara berakhir. Justru, semangat tersebut harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian, persatuan, dan gotong royong.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Mas Ijo, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat dukungan dan kebersamaan masyarakat Kampung Paas.
Ia menilai antusiasme warga menjadi kekuatan utama sehingga berbagai kegiatan peringatan HUT RI ke-81 dapat berlangsung dengan penuh kekeluargaan.
Menurut Ketua RW, Titik Gunawan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antarwarga. Ia berharap kebersamaan yang telah terjalin selama perayaan kemerdekaan dapat terus dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat.
Baginya, kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diwariskan untuk dikenang, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Malam itu menjadi penutup yang sederhana, namun penuh makna.
Tawa telah usai. Perlombaan telah selesai. Lampu-lampu perayaan perlahan padam.
Namun doa tetap terucap.
Semoga kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan tidak hanya dikenang melalui pesta dan perlombaan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui persatuan, kepedulian, gotong royong, dan rasa syukur.
Dari Kampung Paas, sebuah pesan sederhana kembali terdengar: kemerdekaan akan terasa lebih berarti ketika dirayakan bersama, disyukuri bersama, dan dijaga bersama.
Perayaan boleh berakhir, panggung boleh kembali sepi, tetapi semangat persaudaraan masyarakat Kampung Paas diharapkan tetap menyala dan menjadi bagian dari kehidupan mereka setelah peringatan HUT RI ke-81 usai.
Hendi Heryana












