Medan,Jejak-kasusnews.web.id – Potongan video yang memperlihatkan dua anggota kepolisian dari Polda Sumatera Utara tengah berjoget dan berpelukan dengan wanita di sebuah diskotek mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, keduanya tampak mengenakan pakaian hitam sambil menikmati dentuman musik, memicu sorotan tajam dari publik.
Pihak kepolisian pun angkat bicara. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, membenarkan bahwa sosok dalam video tersebut adalah AKBP HS dan Brigadir NPL. Keduanya kini tengah menjalani pemeriksaan internal menyusul beredarnya video yang dinilai mencoreng citra institusi.
Hasil penelusuran sementara mengungkap bahwa peristiwa itu terjadi sekitar satu tahun lalu, saat keduanya masih bertugas di Direktorat Reserse Narkoba. Kepada penyidik, keduanya mengaku sedang menjalankan misi penyamaran untuk menyelidiki peredaran narkoba di lokasi hiburan malam tersebut.
“Dari keterangan yang bersangkutan, mereka itu sedang melaksanakan penyelidikan,” ujar Ferry.
Namun, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredam keraguan publik. Aksi berjoget dan kedekatan fisik dengan wanita di lokasi hiburan malam dinilai berlebihan dan memicu pertanyaan: sejauh mana batas profesionalisme dalam operasi penyamaran?
Polda Sumut menegaskan bahwa proses pemeriksaan masih berjalan. Jika terbukti melanggar kode etik atau disiplin, sanksi tegas akan dijatuhkan tanpa pandang bulu.
“Kenapa saat ada yang memvideokan tidak diambil tindakan? Itu juga pelanggaran disiplin. Tetap akan kami proses karena ini merusak citra Polri,” tegas Ferry.
Kasus ini kembali menjadi ujian bagi institusi kepolisian dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik, di tengah upaya reformasi dan peningkatan profesionalisme aparat penegak hukum. (Tejo/Tim)












