News  

Proyek Jembatan Wangunjaya Diduga Gagal Total, Dinas Terkait Bungkam, Ada Apa !

Garut,Jejak-kasusnews.web.id – Pembangunan jembatan di Desa Wangunjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, yang semestinya menjadi urat nadi penghubung aktivitas warga, kini justru berubah menjadi simbol kelalaian. Proyek yang digadang-gadang mampu mendorong perekonomian dan membuka akses vital masyarakat, hingga kini terbengkalai tanpa kejelasan penyelesaian.” Senin, 4 Mei 2026

Di lapangan, kondisi jembatan tampak memprihatinkan. Struktur yang belum rampung dibiarkan begitu saja, tanpa aktivitas pembangunan lanjutan. Warga pun mulai mempertanyakan keseriusan pihak terkait dalam menuntaskan proyek tersebut.

Kritik keras datang dari tokoh pemuda setempat, Kang Djanu. Ia menilai kegagalan ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan indikasi lemahnya pengawasan dan perencanaan dari dinas terkait.

“Sangat disayangkan, dinas terkait tidak memahami kondisi wilayah dan justru memberikan pekerjaan kepada kontraktor yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Menurutnya, proyek mangkrak ini telah mencoreng citra pemerintah di mata masyarakat. Ia menilai, jika dibiarkan berlarut-larut, kepercayaan publik terhadap program pembangunan akan semakin tergerus.

“Ini cerminan dan image yang tidak baik bagi pemerintah. Kami minta ada tanggung jawab nyata. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan,” lanjut Kang Djanu dengan nada tegas.

Bagi warga Desa Wangunjaya, jembatan tersebut bukan sekadar infrastruktur biasa.

Keberadaannya sangat vital sebagai akses utama menuju pasar, sekolah, hingga fasilitas kesehatan. Tanpa jembatan yang layak, aktivitas ekonomi tersendat, mobilitas terhambat, dan keselamatan warga pun dipertaruhkan.

Sejumlah warga mengaku harus memutar jauh atau bahkan mengambil risiko melintasi jalur yang tidak aman demi menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan janji pembangunan yang pernah disampaikan.

Hingga berita ini diturunkan, dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab mangkraknya proyek maupun langkah penyelesaian yang akan diambil. Minimnya transparansi semakin memperkuat dugaan adanya persoalan serius dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Masyarakat kini menunggu, bukan sekadar janji, melainkan tindakan nyata. Jika tidak segera ditangani, proyek jembatan ini berpotensi menjadi contoh nyata kegagalan pembangunan yang merugikan rakyat kecil.

Tim redaksi akan terus menelusuri dan mengawal perkembangan kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *