News  

Pelatihan Mitigasi Risiko Operator K3 FKM UINSU Medan Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, Dosen, dan Tendik

Medan, jejak-kasusnews.web.id, (13 Mei 2026) — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara bekerja sama dengan Kompeten Akademi Muda Indonesia sukses menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi Risiko Skema Operator Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada 11–12 Mei 2026 di Alam Hotel by Cordela.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan FKM UINSU Medan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kompetensi di bidang mitigasi risiko serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pelatihan berlangsung dengan antusias dan menghadirkan suasana kolaboratif antara akademisi, praktisi, dan lembaga pelatihan kerja profesional.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FKM UINSU Medan, Dr. Nursapia Harahap. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan kompetensi mitigasi risiko dan K3 di lingkungan perguruan tinggi, khususnya bagi calon tenaga profesional kesehatan masyarakat.

“Pemahaman mengenai mitigasi risiko dan keselamatan kerja menjadi kebutuhan penting di era saat ini. Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta mampu memiliki kompetensi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga siap menghadapi berbagai potensi risiko di lingkungan kerja maupun kondisi darurat,” ujarnya.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Wakil Dekan FKM UINSU Medan, yakni Dr. Asnil Aidah Ritonga dan Dr. Irwansyah, serta Direktur Kompeten Akademi Muda Indonesia, Ivan Suaidi.

Pada sesi pertama, peserta menerima materi mengenai mitigasi risiko kebencanaan yang disampaikan oleh narasumber dari BPBD Provinsi Sumatera Utara, Intan Permata Sari. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, strategi mitigasi risiko, serta peran masyarakat dan institusi pendidikan dalam membangun budaya sadar bencana.

Sementara itu, sesi kedua menghadirkan praktisi dan akademisi Muchti Yuda Pratama yang membawakan materi tentang Mitigasi Risiko Skema Operator Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Materi yang disampaikan meliputi penerapan standar K3, identifikasi bahaya di lingkungan kerja, pengendalian risiko, hingga pentingnya kompetensi operator K3 dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.

Direktur Kompeten Akademi Muda Indonesia, Ivan Suaidi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun kondisi darurat di masa depan.

“Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam membangun SDM unggul yang memiliki kemampuan mitigasi risiko dan pemahaman keselamatan kerja yang baik. Sinergi antara perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan pemerintah perlu terus diperkuat agar tercipta generasi yang tangguh dan profesional,” katanya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta tidak hanya memahami konsep mitigasi risiko dan K3 secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikan budaya keselamatan dalam aktivitas akademik maupun dunia kerja profesional. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan instansi pemerintah dalam menciptakan generasi yang kompeten, tangguh, dan responsif terhadap risiko kebencanaan serta keselamatan kerja. (Red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *