SAMPANG,Jejak-kasusnews.web.id – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui SPPG Plakaran, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, menuai sorotan dari masyarakat. Sejumlah warga penerima manfaat mengaku kecewa karena menu makanan yang diberikan dinilai tidak sesuai dengan standar gizi yang diharapkan.
Pada Senin, 25 Mei 2026, seorang warga Plakaran berinisial M mengungkapkan keluhannya terkait menu MBG yang diterima selama beberapa hari terakhir. Menurutnya, makanan yang diberikan dinilai terlalu sederhana dan kurang memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat.
“Untuk hari Senin, kita hanya menerima nasi, tempe, telur, dan sayur saja. Sedangkan hari Selasa, menu malah dibelakangi dari hari Senin dengan hanya diberikan apel kecil dan susu 115 ml. Ini jelas tidak sesuai dengan standar gizi yang seharusnya diberikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat,” ujar M kepada awak media.
Warga berharap program MBG yang digagas pemerintah benar-benar memberikan manfaat nyata, khususnya dalam meningkatkan kesehatan dan asupan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga kurang mampu.
Menurut M, program MBG seharusnya tidak hanya sekadar membagikan makanan, tetapi juga memastikan kandungan gizinya sesuai dengan arahan dan standar dari Badan Gizi Nasional.
“Kita sangat mengharapkan makanan yang diberikan bisa membantu meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh masyarakat. Namun kondisi saat ini jauh dari harapan,” tambahnya.
Keluhan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat sekitar. Warga meminta agar pihak penyelenggara, yakni Yayasan Pusaka Sakti Jaya Semesta selaku pengelola dapur SPPG Plakaran Jrengik, segera melakukan evaluasi terhadap kualitas dan variasi menu yang disajikan.
Selain itu, warga juga berharap Satgas MBG segera turun tangan untuk melakukan pengawasan dan memberikan teguran apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program.
“Masyarakat ingin program ini benar-benar berjalan sesuai tujuan awalnya. Jangan sampai program yang sebenarnya sangat baik justru kehilangan manfaat karena kualitas makanan yang kurang diperhatikan,” ungkap M.
Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat melakukan pengecekan langsung ke lapangan agar pelaksanaan Program MBG di Kecamatan Jrengik dapat berjalan lebih baik, tepat sasaran, dan memenuhi standar gizi yang telah ditentukan.
“Program MBG ini sangat penting bagi masyarakat. Jadi harapannya pihak yang menangani bisa lebih memperhatikan kualitas serta kandungan gizinya agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
(Mat)












