News  

Korban Pembacokan Dilarikan ke Puskesmas Ongka Malino, Warga Soroti Lambatnya Proses Rujukan

Parigi Moutong,Jejak-kasusnews.web.id – Suasana hening di Puskesmas Ongka Malino mendadak geger setelah beberapa warga dari Desa Malino datang berboncengan sepeda motor membawa seorang korban pembacokan dalam kondisi penuh darah, Senin malam.

Korban diketahui mengalami luka cukup parah di bagian tulang kering kaki yang menyebabkan pendarahan hebat. Selain itu, terdapat luka bacokan di bagian rusuk sebelah kanan yang juga mengeluarkan darah cukup banyak.

Melihat kondisi korban, para perawat, suster, dan dokter yang berjaga langsung sigap memberikan pertolongan pertama. Petugas medis segera memasang infus, membersihkan luka korban, serta melakukan pembalutan untuk menghentikan pendarahan.

Namun, berdasarkan keterangan tenaga medis, luka korban belum dapat dijahit di Puskesmas Ongka Malino dan harus segera dirujuk ke rumah sakit di Tinombo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menurut warga yang mengantar korban, pria tersebut diduga menjadi korban pembacokan oleh adik kandungnya sendiri. Warga mengaku kaget saat korban tiba-tiba datang dalam keadaan berlumuran darah sambil meminta pertolongan agar segera dibawa ke rumah sakit.

“Korban datang lari minta tolong ke warga. Kami langsung panik lihat bajunya penuh darah, jadi langsung dibawa ke Puskesmas Ongka Malino,” ungkap salah satu warga.

Korban sendiri sempat menceritakan kronologi singkat kejadian saat berada di ruang perawatan. Ia mengaku berhasil melarikan diri setelah beberapa kali dibacok oleh adiknya sendiri. Beruntung, salah satu saudara perempuan mereka sempat menahan pelaku sehingga korban memiliki kesempatan untuk kabur meminta bantuan warga.

Meski telah mendapatkan penanganan awal, keluarga dan warga sempat kecewa karena proses rujukan ke rumah sakit Tinombo dinilai berjalan lambat. Informasi yang beredar menyebutkan pihak puskesmas belum melakukan rujukan dengan alasan menunggu pihak keluarga korban datang.

Padahal, menurut warga, istri korban saat itu sudah berada di samping korban selama menjalani perawatan di puskesmas.

Situasi sempat memanas ketika korban meminta bantuan kepada awak media yang berada di lokasi. Korban mengaku takut kondisinya semakin memburuk apabila tidak segera dirujuk.

“Tolong, kasihan saya,” ucap korban dengan suara lemah.

Mendengar hal tersebut, salah satu awak media yang berada di lokasi langsung mempertanyakan lambatnya proses rujukan terhadap korban.

“Apalagi yang kalian tunggu? Korban sudah beberapa jam di sini, kenapa belum segera dirujuk? Kalau terjadi apa-apa dengan korban siapa yang mau bertanggung jawab?” tegas awak media di hadapan petugas medis.

Setelah awak media mempertanyakan lambatnya tindakan pihak puskesmas, petugas di Puskesmas Ongka Malino akhirnya langsung bergerak melakukan proses rujukan korban ke rumah sakit di Tinombo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, korban telah diberangkatkan menuju rumah sakit rujukan guna mendapatkan perawatan intensif atas luka bacokan yang dialaminya.

 

Penulis : Kelvin yansa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *