News  

Gema Syiar Muharram 1448 H Menggema di Bumi Penawar Rindu, Ribuan Warga Padati Masjid Nurul Ihsan

BELAKANG PADANG,Jejak-kasusnews.web.id – Suasana khidmat, penuh syukur, dan sarat nuansa kebersamaan menyelimuti Masjid Nurul Ihsan Kampung Jawa, Kecamatan Belakang Padang, dalam puncak peringatan Pekan Muharram 1448 Hijriah. Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru wilayah kepulauan tampak memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh makna.

Kegiatan yang mengusung semangat syiar Islam dan penguatan ukhuwah ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Belakang Padang untuk melakukan refleksi diri sekaligus mempererat tali silaturahmi dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Faizal, M.Pd.I. Dalam laporannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi serta mendukung suksesnya rangkaian kegiatan Pekan Muharram sejak hari pertama hingga acara puncak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, donatur, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan semua pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan Ketua Yayasan Nurul Ihsan Kampung Jawa yang terus berkomitmen memfasilitasi berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya memakmurkan masjid dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Kehadiran sejumlah tokoh penting daerah semakin menambah semarak kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Camat Belakang Padang mengajak seluruh masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

“Tahun baru Islam harus menjadi semangat untuk memperbaiki diri, memperkuat persatuan, menjaga gotong royong, dan terus menciptakan suasana damai serta harmonis di Belakang Padang,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Belakang Padang dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga harmoni antara nilai-nilai agama Islam dan adat istiadat Melayu yang telah menjadi identitas masyarakat setempat.

Menurutnya, budaya Melayu yang bersendikan syarak dan syarak yang bersendikan Kitabullah harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim. Bantuan yang dihimpun dari berbagai donatur dan masyarakat itu didistribusikan dengan baik sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi nyata dari nilai-nilai Muharram yang mengajarkan kasih sayang dan perhatian terhadap sesama.

Puncak acara diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Ustadz Nurdin Syahlubis, S.Pd.I. Dalam ceramahnya yang hangat, komunikatif, dan menyentuh hati, ia mengajak seluruh jamaah untuk memahami makna hijrah secara mendalam.

Menurutnya, hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga perubahan sikap, perilaku, dan kualitas kehidupan menuju arah yang lebih baik.

“Momentum Muharram harus menjadi titik awal bagi kita untuk berhijrah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang lebih baik, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat akhlak, dan memperbesar kepedulian sosial terhadap sesama,” pesan Ustadz Nurdin di hadapan jamaah.

Tausiyah yang disampaikan mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir. Suasana penuh kekhusyukan terlihat ketika jamaah mengikuti setiap pesan yang disampaikan hingga akhir acara.

Peringatan Pekan Muharram 1448 H di Masjid Nurul Ihsan Kampung Jawa ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan, nilai-nilai keagamaan, dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Belakang Padang.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berharap nilai-nilai hijrah yang terkandung dalam Tahun Baru Islam dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera di Bumi Penawar Rindu.

 

Izazat Karunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *