News  

Ratusan Massa Serang Petugas BNN Saat Razia caffe di Patumbak, Positif Narkoba, Oknum Kades Ikut Terjaring

DELI SERDANG,Jejak-kasusnews.web.id Operasi gabungan yang digelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Deliserdang di Cafe Kita (Janah), Jalan Talun Kenas, Kecamatan Patumbak, Minggu dini hari (29/6/2026), berakhir ricuh setelah ratusan massa diduga menyerang petugas yang sedang menjalankan tugas. Akibat insiden tersebut, kendaraan dinas dirusak dan sejumlah aparat mengalami penganiayaan.

Kepala BNNK Deliserdang, Kombes Pol. Dr. Josua Tampubolon, mengatakan operasi dilakukan sebagai tindak lanjut atas banyaknya laporan masyarakat melalui call center terkait dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lokasi hiburan malam tersebut.

“Operasi ini bukan dilakukan secara mendadak. Sebelumnya kami telah melakukan pemantauan dan survei terhadap sejumlah lokasi hiburan yang masih beroperasi,” ujar Josua, Senin (30/6/2026).

Operasi melibatkan sekitar 50 personel gabungan yang terdiri dari BNNK Deliserdang, Satpol PP Deliserdang, DPMPTSP, Dinas Pariwisata, serta Subdenpom Lubukpakam.

Saat petugas tiba di lokasi, sebagian besar pengunjung berusaha melarikan diri. Namun, petugas berhasil mengamankan sekitar 25 orang untuk menjalani pemeriksaan identitas dan tes urine.

Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 20 orang dinyatakan positif menggunakan narkotika, terdiri dari 13 laki-laki dan tujuh perempuan. Seluruhnya kemudian dibawa ke Kantor BNNK Deliserdang guna menjalani asesmen terpadu untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Kericuhan terjadi ketika petugas hendak mengevakuasi para terduga penyalahguna narkotika. Ratusan orang diduga melakukan provokasi, menghadang petugas, merusak kendaraan operasional milik BNN dan Satpol PP, serta melakukan penganiayaan terhadap aparat.

“Seluruh kejadian telah kami dokumentasikan, termasuk keterangan para saksi dan rekaman video yang menjadi alat bukti,” tegas Josua.

Hingga kini, aparat telah mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam aksi pengrusakan, penganiayaan terhadap petugas, menghalangi tugas aparat, serta memprovokasi massa. Keenamnya telah diserahkan ke Polrestabes Medan untuk menjalani proses hukum.

Selain mengamankan sejumlah pengunjung, petugas juga menemukan barang bukti berupa serpihan yang diduga narkotika jenis ekstasi di dalam plastik serta sisa cairan mencurigakan di dalam botol air mineral. Barang bukti tersebut masih menjalani uji laboratorium guna memastikan kandungannya.

BNNK Deliserdang juga mengungkap adanya dugaan keterlibatan seorang disc jockey (DJ) dalam peredaran narkotika di lokasi tersebut. Namun, yang bersangkutan berhasil melarikan diri saat situasi berubah ricuh.

“Kami masih memburu sejumlah orang yang telah teridentifikasi menghalangi jalannya operasi. Jika tidak kooperatif, mereka akan ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujar Josua.

Oknum Kepala Desa Ikut Diamankan

Dalam operasi tersebut, seorang oknum Kepala Desa Rumah Lengo, Kecamatan STM Hulu, berinisial ESB, turut diamankan setelah hasil tes urinenya dinyatakan positif.

Menurut Josua, ESB saat ini masih menjalani asesmen bersama pengunjung lainnya. Hasil asesmen akan menentukan apakah yang bersangkutan menjalani rehabilitasi rawat jalan atau rehabilitasi yang lebih intensif sesuai tingkat ketergantungannya.

Ia menegaskan tidak ada perlakuan istimewa terhadap siapa pun, termasuk pejabat pemerintahan.

“Semua diproses secara profesional tanpa membedakan jabatan maupun latar belakang. Jika terbukti sebagai penyalahguna narkotika, penanganannya tetap mengacu pada hasil asesmen terpadu dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

BNNK Deliserdang memastikan operasi serupa akan terus digelar sebagai bagian dari Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bersama Pemerintah Kabupaten Deliserdang dan aparat penegak hukum.

“Kami hadir untuk menjawab keresahan masyarakat. Selain penindakan, kami juga akan memperkuat sosialisasi agar masyarakat bersama-sama memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” pungkas Josua.

 

Tedjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *