News  

Kalapas Garut Ubah Limbah Kulit Jadi Bernilai Ekonomi, Solusi Inovatif Atasi Persoalan Lingkungan yang Lama Dikeluhkan Masyarakat

Garut,Jejak-kasusnews.web.id – 1 Juli 2026 – Sebuah terobosan inovatif lahir dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Garut. Kepala Lapas Garut, Rusdedy, A.Md.IP., S.H., M.Si., menggagas pemanfaatan limbah kulit yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan lingkungan di Kabupaten Garut menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi melalui budidaya maggot.

Program tersebut menjadi langkah nyata dalam menjawab permasalahan limbah kulit yang selama ini kerap menimbulkan pencemaran lingkungan. Melalui inovasi ini, limbah yang sebelumnya menjadi beban kini diolah sebagai media budidaya maggot (larva Black Soldier Fly/BSF), yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak berprotein tinggi serta diolah menjadi pupuk organik berkualitas.

Kalapas Garut, Rusdedy, A.Md.IP., S.H., M.Si., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan solusi berkelanjutan terhadap persoalan limbah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Dalam tahap pengembangannya, Lapas Garut menargetkan mampu menampung hingga 10.000 liter limbah kulit setiap hari. Namun, pada tahap awal pelaksanaan, volume limbah yang diterima baru mencapai sekitar 10 persen dari target tersebut. Meski demikian, pihak Lapas optimistis kapasitas penerimaan limbah akan terus meningkat seiring bertambahnya dukungan dari berbagai pihak.

“Inovasi ini bukan hanya menyelesaikan persoalan limbah, tetapi juga menciptakan nilai tambah. Maggot yang dihasilkan memiliki nilai ekonomis sebagai pakan ternak, sedangkan residunya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan,” ujar Kalapas.

Program ini diharapkan menjadi model pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular yang dapat diterapkan di berbagai daerah. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, inovasi tersebut juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat dan memperkuat pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

Terobosan yang dilakukan Lapas Garut menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

 

Nurrakhman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *