GARUT,Jejakkasusnews.web.id — Warga Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, digemparkan oleh peristiwa tragis yang terjadi pada Selasa, 1 September 2026. Seorang lansia berusia 75 tahun berinisial A meninggal dunia setelah diduga menjadi korban serangan brutal seorang pria yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di pinggir Jalan Raya Garut–Pameungpeuk, tepatnya di Kampung Bangsasinga, Desa Sukanagara, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, korban diduga tiba-tiba diserang oleh seorang pria menggunakan batu berukuran besar. Serangan tersebut mengenai bagian kepala korban hingga menyebabkan luka parah dan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
TERDUGA PELAKU MELARIKAN DIRI
Usai kejadian, terduga pelaku disebut sempat melarikan diri menuju kawasan perkebunan. Warga yang mengetahui peristiwa tersebut kemudian melakukan pengejaran bersama petugas kepolisian.
Terduga pelaku akhirnya berhasil diamankan. Namun, situasi sempat memanas karena warga yang emosi diduga sempat melakukan tindakan kekerasan terhadap terduga pelaku sebelum akhirnya diamankan oleh petugas.
Untuk mencegah situasi semakin buruk, terduga pelaku kemudian dibawa ke Puskesmas Cisompet untuk mendapatkan penanganan.
DIDUGA MENGALAMI GANGGUAN JIWA
Informasi sementara menyebutkan bahwa perilaku terduga pelaku menunjukkan gejala yang mengarah pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Namun demikian, kondisi kejiwaan tersebut belum dapat dipastikan dan tetap memerlukan pemeriksaan profesional serta keterangan resmi dari pihak berwenang.
Identitas lengkap terduga pelaku juga masih dalam proses pendalaman. Sejumlah warga disebut tidak mengenali pria tersebut sebagai warga sekitar.
Sementara itu, korban berinisial A (75) diketahui merupakan seorang lansia yang berada di sekitar lokasi ketika peristiwa tragis tersebut terjadi.
POLISI DALAMI MOTIF DAN IDENTITAS PELAKU
Hingga 2 September 2026, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara jelas kronologi, identitas terduga pelaku, motif penyerangan, serta kondisi kejiwaan yang bersangkutan.
“Tidak ada warga sekitar yang mengenali pelaku tersebut,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius masyarakat Cisompet. Warga berharap aparat kepolisian dapat mengungkap fakta sebenarnya secara menyeluruh dan memastikan proses hukum dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Status seseorang sebagai ODGJ maupun motif tindak pidana tidak dapat disimpulkan hanya dari perilaku di lokasi kejadian. Penetapan kondisi kejiwaan memerlukan pemeriksaan oleh tenaga profesional dan keterangan resmi dari pihak berwenang.
Hendra












