News  

Diduga Ada Kekurangan Timbangan Beras Bulog Di Banjarwangi, Diminta Pihak Terkait Segera Turun Tangan

GARUT,Jejak-kasusnews.web.id – Sejumlah warga di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, mempertanyakan berat beras bantuan pangan yang diterima dari program bantuan sosial pemerintah. Hal itu mencuat setelah dilakukan penimbangan terhadap sejumlah karung beras yang diterima masyarakat.

Berdasarkan hasil penimbangan sampel yang dilakukan oleh warga bersama sejumlah awak media, berat beras dalam karung yang seharusnya berisi 10 kilogram ditemukan berada di kisaran 8,3 hingga 9 kilogram.

Dari 20 karung yang ditimbang secara acak, sebanyak 18 karung memiliki berat antara 8,3 hingga 8,7 kilogram, sementara dua karung lainnya mendekati 9 kilogram. Tidak ditemukan satu pun karung yang mencapai berat 10 kilogram sesuai yang tertera pada kemasan.

Selain berat yang dinilai tidak sesuai, warga juga menyoroti kondisi fisik karung beras. Meski segel masih terlihat utuh, pada beberapa karung ditemukan bekas jahitan yang diduga pernah dibuka dan dijahit kembali. Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Salah seorang warga berinisial N mengaku kecewa apabila benar terjadi pengurangan isi bantuan yang seharusnya diterima masyarakat.

“Kami berharap bantuan yang diberikan pemerintah dapat diterima secara utuh oleh masyarakat. Jika memang ada kekurangan, kami berharap ada penjelasan dari pihak terkait,” ujarnya.

Senada dengan itu, warga lainnya berinisial J meminta adanya klarifikasi dan evaluasi terhadap proses distribusi bantuan pangan tersebut.

“Kami ingin ada penjelasan yang transparan. Jika memang ditemukan ketidaksesuaian, tentu harus ditelusuri penyebabnya agar tidak merugikan masyarakat,” katanya.

Apabila dikalkulasikan berdasarkan temuan sampel tersebut, potensi kekurangan berat beras dapat mencapai jumlah yang cukup besar. Namun, angka tersebut masih bersifat perkiraan dan memerlukan verifikasi resmi dari instansi terkait.

Hingga berita ini ditulis, pihak Perum Bulog Cabang Garut, Dinas Ketahanan Pangan, maupun pihak transporter yang terlibat dalam distribusi bantuan pangan belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.

Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada seluruh pihak terkait guna memperoleh penjelasan yang berimbang dan menyajikan informasi secara utuh kepada publik.

 

Red***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *