Muara Enim,Jejak-kasusnews – Kabar menggembirakan datang bagi para petani karet di Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim. Harga lelang Bahan Olah Karet Rakyat (Bokar) di KUD Panca Mulya pada lelang yang digelar Kamis, 18 Juni 2026, menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Pada lelang kali ini, harga Bokar mencapai Rp23.120 per kilogram, atau naik sekitar Rp1.000 per kilogram dibandingkan harga lelang pada bulan Mei 2026. Kenaikan tersebut disambut antusias oleh para petani yang selama ini berharap harga karet terus membaik.
Ketua KUD Panca Mulya, Malson, ST, menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya harga jual karet yang dinilai dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Alhamdulillah, harga lelang bulan ini mengalami kenaikan. Kami berharap mutu karet yang dihasilkan anggota KUD Panca Mulya tetap terjaga sehingga harga jual dapat terus bersaing dan bahkan meningkat di masa mendatang,” ujar Malson.
Dalam lelang tersebut, pemenang ditetapkan kepada perwakilan PT LSI Palembang, yang memberikan penawaran tertinggi. Sementara itu, total volume Bokar yang dilelang mencapai sekitar 240 ton yang berasal dari 12 Tempat Pengumpulan Karet (TPK) yang berada di bawah naungan KUD Panca Mulya.
Proses lelang berlangsung kompetitif dengan diikuti oleh 10 peserta lelang yang mewakili sejumlah pabrik pengolahan karet. Tingginya minat peserta lelang menjadi salah satu faktor yang turut mendorong terciptanya harga yang lebih baik bagi para petani.
Malson juga mengajak seluruh anggota dan petani karet untuk terus menjaga kualitas Bokar dengan memperhatikan kebersihan dan kadar air karet sebelum dijual ke TPK.
“Kualitas adalah kunci utama. Jika mutu karet tetap baik, maka kepercayaan pabrik akan terjaga dan harga yang diterima petani juga akan lebih tinggi. Kami ingin masyarakat petani karet dapat tersenyum melihat harga yang terus meningkat dari bulan ke bulan,” tambahnya.
Kenaikan harga Bokar ini diharapkan menjadi angin segar bagi perekonomian masyarakat, khususnya para petani karet di wilayah Rambang dan sekitarnya yang menggantungkan penghasilan utama dari sektor perkebunan karet.
Yurmanto












