BUOL,Jejak-kasusnews.web.id – Pemerintah Kabupaten Buol bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi mengeluarkan maklumat imbauan keselamatan kepada masyarakat pascagempa tektonik berkekuatan Magnitudo 5,4 yang mengguncang wilayah Bumi Pogogul dan sekitarnya pada Minggu (12/7/2026) malam.
Rilis grafis mitigasi kebencanaan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, M.M., sebagai langkah untuk menekan kepanikan masyarakat sekaligus memberikan pedoman keselamatan selama masa tanggap darurat.
Dalam maklumat tersebut, Pemerintah Kabupaten Buol menegaskan empat poin penting yang wajib menjadi perhatian masyarakat.
Pertama, warga yang sebelumnya mengungsi diminta tidak terburu-buru kembali memasuki rumah atau bangunan sebelum memastikan kondisi struktur bangunan benar-benar aman. Pemeriksaan secara mandiri perlu dilakukan, terutama terhadap tiang penyangga, dinding, maupun bagian bangunan yang mengalami retakan dan berpotensi membahayakan apabila terjadi gempa susulan.
Kedua, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah menjelaskan bahwa gempa susulan masih mungkin terjadi, meskipun berdasarkan analisis otoritas terkait, kekuatannya diperkirakan lebih kecil dibandingkan gempa utama.
Ketiga, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi atau berita bohong (hoaks) yang beredar di media sosial. Seluruh informasi resmi mengenai perkembangan situasi kebencanaan hanya bersumber dari BMKG dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Buol.
Keempat, warga diminta segera menyiapkan jalur evakuasi mandiri di lingkungan rumah masing-masing. Akses keluar rumah harus dipastikan bebas dari hambatan, sementara dokumen penting dan tas siaga bencana berisi kebutuhan darurat disimpan di tempat yang mudah dijangkau apabila sewaktu-waktu diperlukan proses evakuasi.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut memiliki episenter di laut sekitar 37 kilometer timur laut Kabupaten Buol pada kedalaman sekitar 10–21 kilometer. Gempa dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik geser (oblique thrust).
Guncangan dengan intensitas IV MMI dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Karamat, Biau, Lakea, Kabupaten Tolitoli, hingga Kota Buol. BMKG juga memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hingga Senin (13/7/2026) siang, Pemerintah Kabupaten Buol telah mengaktifkan posko darurat beserta tenda pelayanan kesehatan di halaman Kantor Bupati Buol. Langkah ini dilakukan guna memastikan pelayanan medis, distribusi logistik, serta penanganan masyarakat terdampak dapat berjalan secara cepat, terkoordinasi, dan optimal.
Pemerintah Kabupaten Buol mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Pewarta : Moh Ronaldi












