Garut,Jejakkasusnews.web.id – Pelayanan pengiriman SPX Hemat di wilayah Desa Bungbulang Kecamatan Bungbulang Hub, Kabupaten Garut, kembali menuai sorotan. Sejumlah konsumen mengeluhkan keterlambatan pengiriman paket yang diduga disertai ketidaksesuaian informasi antara petugas kantor dan kurir. Kondisi tersebut dinilai membingungkan pelanggan dan menimbulkan pertanyaan mengenai akurasi sistem pelacakan maupun koordinasi internal di lapangan.
Berdasarkan tangkapan layar riwayat pelacakan yang diterima media, beberapa paket tercatat telah tiba di Kabupaten Garut, Bungbulang Hub dan berulang kali mengalami perubahan status. Mulai dari “Kurir sudah ditugaskan. Pesanan akan dikirim”, kemudian berubah menjadi “Pesanan dalam proses pengantaran”, namun pada malam harinya kembali berubah menjadi “Pengiriman ditunda. Pengiriman ulang akan dilakukan besok.”
Tidak hanya sekali, pola serupa diduga terjadi pada beberapa nomor resi yang berbeda. Bahkan, terdapat paket yang telah berstatus siap dikirim beberapa kali, namun kembali masuk ke proses transit tanpa kejelasan kapan benar-benar diantar kepada penerima.
Salah seorang konsumen mengaku kebingungan setelah memperoleh informasi yang berbeda dari pihak kantor dan kurir mengenai keberadaan paketnya.
> “Saat saya menghubungi pihak kantor, saya diberi tahu kalau paket sudah dibawa kurir untuk diantar. Tapi ketika saya menghubungi kurir, jawabannya justru paket masih ada di kantor. Jadi yang benar yang mana? Kejadian seperti ini bukan sekali, tapi sudah beberapa kali saya alami,” ujar sumber kepada media.
Menurutnya, perbedaan informasi tersebut membuat konsumen sulit mengetahui kondisi sebenarnya dari paket yang sedang dikirim. Padahal, status pelacakan di aplikasi menjadi acuan utama pelanggan dalam menunggu kedatangan barang.
Dari sejumlah bukti tangkapan layar yang diterima, terlihat beberapa paket mengalami keterlambatan hingga melewati estimasi pengiriman. Sebagian konsumen bahkan memperoleh voucher kompensasi Rp10.000 dari sistem karena paket tidak tiba sesuai jadwal yang dijanjikan.
Meski demikian, konsumen menilai pemberian voucher bukanlah solusi utama. Yang lebih dibutuhkan adalah kepastian informasi, transparansi proses pengiriman, serta pelayanan yang profesional agar pelanggan tidak terus-menerus dibuat menunggu tanpa kejelasan.
Konsumen berharap manajemen SPX Express segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional di Bungbulang Hub, termasuk meningkatkan koordinasi antara petugas hub dan kurir agar informasi yang disampaikan kepada pelanggan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Selain itu, konsumen meminta adanya pengawasan terhadap proses distribusi sehingga status pelacakan tidak menampilkan informasi yang berpotensi menyesatkan atau menimbulkan persepsi bahwa paket sedang diantar, padahal menurut keterangan kurir masih berada di hub.
Apabila kondisi tersebut terus berulang, dikhawatirkan dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pengiriman, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Garut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPX Express belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan konsumen mengenai dugaan ketidaksesuaian informasi pengiriman maupun penyebab berulangnya penundaan pengantaran paket di Bungbulang Hub. Demi memenuhi prinsip keberimbangan, redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak SPX Express untuk memberikan hak jawab, klarifikasi, atau penjelasan resmi atas keluhan yang disampaikan para konsumen.
Red***












