GARUT,Jejak-kasusnews.web.id – Menjelang pelaksanaan Festival Layang-Layang yang akan digelar pada 28 Juli mendatang di Kecamatan Cisurupan, berbagai persiapan terus dilakukan demi menyukseskan agenda berskala internasional tersebut. Salah satu persiapan yang saat ini menjadi fokus utama adalah pelebaran akses jalan menuju lokasi festival yang berada di wilayah Desa Cisurupan dan Desa Karamatwangi.
Pemerintah Desa Cisurupan bersama masyarakat setempat bergerak cepat melakukan pelebaran jalan sepanjang kurang lebih 1.000 meter yang akan menjadi akses utama menuju lokasi Festival Layang-Layang serta kawasan wisata Teras Papandayan (TEPAS). Pekerjaan tersebut dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat demi memastikan akses jalan dapat digunakan dengan nyaman oleh para pengunjung.
Kegiatan pelebaran jalan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Cisurupan, H. Mumad Setiawan, yang turun ke lapangan bersama tokoh masyarakat dan warga setempat. Mereka bekerja ekstra untuk mengejar target penyelesaian sesuai jadwal yang telah ditentukan agar seluruh persiapan dapat rampung sebelum hari pelaksanaan festival.
Menurut warga, pembangunan dan pelebaran akses jalan tersebut memberikan dampak yang sangat positif. Selain memperlancar arus kendaraan menuju lokasi Festival Layang-Layang, akses yang lebih lebar juga akan memudahkan wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan wisata Teras Papandayan yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan di wilayah Cisurupan.
Semangat gotong royong terlihat begitu kuat dalam proses pengerjaan. Dukungan penuh dari masyarakat Desa Cisurupan dan wilayah sekitar menjadi modal penting dalam menyukseskan pembangunan infrastruktur yang dinilai akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan daerah.
Festival Layang-Layang yang akan digelar pada 28 Juli mendatang diperkirakan menjadi salah satu agenda terbesar yang pernah dilaksanakan di wilayah tersebut. Desa Cisurupan dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang kabarnya akan dihadiri peserta dari sekitar 13 negara. Kehadiran peserta mancanegara tersebut diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun internasional untuk datang dan menikmati keindahan alam Cisurupan.
Selain menjadi ajang hiburan masyarakat, festival ini juga dipandang sebagai peluang besar untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan produk unggulan daerah kepada dunia luar. Kehadiran ribuan pengunjung diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha lokal, mulai dari sektor kuliner, penginapan, transportasi, hingga usaha mikro masyarakat.
Masyarakat Cisurupan menyambut antusias pelaksanaan festival tersebut. Mereka berharap kegiatan ini dapat berlangsung sukses dan menjadi momentum penting untuk mendorong kemajuan daerah. Keindahan alam pegunungan yang dimiliki Cisurupan serta panorama kawasan Papandayan diyakini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang hadir.
Bagi Pemerintah Desa Cisurupan, terpilihnya desa mereka sebagai lokasi penyelenggaraan Festival Layang-Layang Internasional merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan. Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa Cisurupan memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata dan pusat kegiatan berskala nasional maupun internasional.
Dengan dukungan masyarakat, pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan, serta persiapan yang semakin matang, Festival Layang-Layang di Kecamatan Cisurupan diharapkan tidak hanya menjadi tontonan yang meriah dan menghibur, tetapi juga mampu mengharumkan nama Desa Cisurupan di tingkat nasional maupun internasional serta membuka jalan bagi kemajuan daerah di berbagai sektor pada masa yang akan datang.
Iwan Nurjaman












