BANDA ACEH,Jejakkasusnews.web.id –
Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Zulfikar, S.Pd., M.Pd., menyerahkan buku karya tulisnya berjudul “Membangun Budaya Sekolah Positif (Panduan Praktis bagi Kepala Sekolah)” kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP., di sela-sela kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Banda Aceh, Kamis (24/9/2026).
Selain diserahkan kepada Kadisdik Aceh, buku rekapitulasi praktik baik kepemimpinan tersebut juga diserahkan langsung kepada Kepala Bidang (Kabid) SMA/SMK Dinas Pendidikan Aceh, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd., dan Kabid GTK, Junaidi, SSR., M.Pd.
Zulfikar mengatakan, penyerahan karya tulis ini merupakan bentuk wujud nyata dukungan serta komitmen kepala sekolah dalam menindaklanjuti arahan Dinas Pendidikan Aceh terkait penguatan literasi dan budaya menulis di lingkungan pendidikan.
“Kami berharap buku ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran, panduan praktis, serta inspirasi dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan berkarakter. Kami juga berharap Kadis Pendidikan Aceh senantiasa memberikan arahan dan dukungan penuh terhadap pengembangan literasi serta inovasi kepemimpinan sekolah di Aceh,” ujar Zulfikar.
Buku setebal 196 halaman tersebut merupakan rekapitulasi penerapan praktik baik (best practice) yang telah dikembangkan Zulfikar selama menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Sawang hingga berlanjut di SMAN 1 Matangkuli. Poin-poin utama yang diulas meliputi komunikasi efektif, pembiasaan literasi, kegiatan spiritual, penguatan inovasi guru, hingga kemitraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP., mengapresiasi dan menyambut positif penyerahan buku karya Kepala SMAN 1 Matangkuli tersebut.
Murthalamuddin berharap, langkah yang dilakukan Zulfikar dapat menjadi pemantik motivasi dan teladan bagi para kepala sekolah serta tenaga pendidik lainnya di seluruh wilayah Provinsi Aceh untuk terus berinovasi dan mendokumentasikan praktik baik mereka dalam bentuk karya tulis.
“Kami berharap karya tulis seperti ini dapat menginspirasi para kepala sekolah lainnya di Aceh untuk melahirkan karya-karya serupa berbasis pengalaman kepemimpinan. Dokumentasi praktik baik sangat penting agar dapat menjadi referensi bersama demi kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan di Aceh,” kata Murthalamuddin.












