๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ ๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ท๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—จ๐—บ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐˜‚ ๐—ฃ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ ๐— ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ต, ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ธ๐—ผ ๐—•๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—บ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐˜‚๐—ฎ๐˜ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—œ๐—ป๐—ณ๐—น๐—ฎ๐˜€๐—ถ

BATAM,Jejakkasusnews.web.id โ€” Pemerintah Kota (Pemko) Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah. Salah satunya melalui Operasi Pasar Murah (OPM) yang digelar bersama Asosiasi Distributor Kota Batam.

Upaya menjaga harga pangan dan daya beli masyarakat itu mendapat sambutan tinggi. Ratusan warga memadati Lapangan Bola Tanjung Uma, Selasa (6/10/2026), untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Sejak kegiatan dimulai, warga yang didominasi ibu rumah tangga tampak mengantre tertib di bawah tenda operasi pasar. Sejumlah komoditas pangan yang ditawarkan dengan harga distributor menjadi perhatian masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemko Batam terhadap pergerakan harga kebutuhan pokok. Amsakar dan Li Claudia mendorong pengendalian inflasi yang tidak hanya berorientasi pada angka statistik, tetapi juga memastikan kebutuhan sehari-hari tetap dapat dijangkau masyarakat.

Melalui kolaborasi dengan para distributor, pemerintah menghadirkan komoditas pangan langsung dengan harga yang lebih rendah. Intervensi semacam ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah dinamika pasar.

Dalam OPM kali ini, telur dijual Rp50.000 per papan. Kemudian daging ayam Rp35.000 per kilogram dan daging sapi Rp95.000 per kilogram.

Untuk kebutuhan bumbu dapur, bawang putih tersedia Rp22.000 per kilogram dan bawang merah Rp27.000 per kilogram. Sementara Minyak Kita ukuran satu liter dipasarkan Rp14.500.

Harga yang lebih terjangkau tersebut langsung menjadi daya tarik warga. Antrean yang terlihat di lokasi memperlihatkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pangan dengan harga yang ramah di kantong.

Menjaga harga pangan menjadi bagian penting dalam mempertahankan daya beli masyarakat. Sebab, perubahan harga komoditas kebutuhan pokok dapat langsung memengaruhi pengeluaran rumah tangga dan pada akhirnya turut memberikan tekanan terhadap inflasi.

Karena itu, kepemimpinan Amsakarโ€“Li Claudia terus mendorong penguatan sinergi antara pemerintah, distributor, dan pelaku usaha. Pemantauan harga serta intervensi pasar dilakukan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga dan masyarakat mendapatkan akses terhadap pangan dengan harga yang wajar.

Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat melalui operasi pasar juga menjadi bentuk respons langsung terhadap kebutuhan warga. Tidak hanya menunggu harga bergerak, pemerintah berupaya mengambil langkah ketika terdapat potensi tekanan terhadap daya beli.

Ke depan, Pemko Batam bersama para distributor akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok dan menyiapkan langkah stabilisasi sesuai kondisi di lapangan.

Dengan pendekatan tersebut, pengendalian inflasi di Batam diarahkan tidak semata-mata mengejar angka, tetapi memastikan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat melalui harga pangan yang lebih stabil, daya beli yang terjaga, dan kebutuhan pokok yang tetap terjangkau.

 

Izazat Karunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *