BATAM,Jejakkasusnews.web.id — Persahabatan sejati tidak selalu berakhir ketika jarak memisahkan. Bahkan, perbedaan negara dan perjalanan sejarah tidak mampu menghapus kenangan serta ikatan persaudaraan yang telah terjalin sejak masa sekolah.
Hal itulah yang tergambar dari kisah seorang sahabat yang kini berada di Batam, dengan kawan-kawan lamanya di Dili, Timor-Leste. Setelah 27 tahun meninggalkan tanah Timor-Timur, yang kini menjadi negara merdeka bernama Timor-Leste, kenangan masa remaja dan persahabatan semasa menempuh pendidikan di SMA 1 Becora tetap terjaga hingga saat ini.
Komunikasi yang terus terjalin melalui grup WhatsApp menjadi jembatan untuk merawat hubungan tersebut. Meski kehidupan telah membawa masing-masing sahabat ke tempat dan perjalanan berbeda, rasa persaudaraan tetap menjadi pengikat.
Salah satu momen yang kembali menghangatkan persahabatan itu terjadi pada Rabu (28/10/2026). Saat melihat status WhatsApp milik sahabat lamanya, Dominggus Bernabe, perhatian tertuju pada sebuah video yang memperlihatkan seorang anak perempuan tampil anggun di atas catwalk mengenakan busana adat Timor-Leste.
Anak tersebut bernama Veddira Rosalita Pires, berusia 10 tahun, putri dari Dominggus Bernabe dan Zilpa Silvence.
Veddira diketahui merupakan siswi kelas IV (Grade 4) di St. Jude Thaddeus International School. Saat ini, ia tengah mengikuti ajang pencarian bakat model JMMA Timor-Leste 2026 dan menjadi salah satu finalis kategori model anak.
Melihat keberanian dan bakat Veddira, muncul rasa bangga sekaligus keinginan untuk memberikan dukungan. Komunikasi dengan Dominggus pun berlanjut menjadi percakapan hangat tentang kehidupan, keluarga, perkembangan Timor-Leste, hingga perjalanan persahabatan yang telah berlangsung puluhan tahun.
Sebagai bentuk kepedulian seorang sahabat, Hendi Heryana menyatakan kesediaannya membantu memperkenalkan Veddira kepada jaringan pertemanannya di Indonesia, termasuk mengajak masyarakat memberikan dukungan melalui akun TikTok JMMA Official.
Menurutnya, dukungan tersebut bukan sekadar persoalan menang atau kalah dalam sebuah kompetisi. Lebih dari itu, keberanian seorang anak untuk mengembangkan bakat dan memperkenalkan budaya negerinya merupakan sesuatu yang patut diapresiasi.
Ajang Modeling sebagai Ruang Promosi Budaya Timor-Leste
Kegiatan modeling dan peragaan busana tradisional juga menjadi salah satu ruang penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Timor-Leste kepada generasi muda.
Berdasarkan pemberitaan kantor berita TATOLI, kegiatan Kids and Teens TAIS Fashion Show Contest 2026 diselenggarakan di Timor Plaza, Dili, pada 18–19 April 2026. Sebanyak 77 anak dan remaja ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Ajang yang telah diselenggarakan secara berkala sejak 2022 itu memasuki penyelenggaraan keempat pada 2026. Para peserta berasal dari rentang usia 4 hingga 16 tahun dan dibagi ke dalam tiga kategori.
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan di dunia modeling, tetapi juga mengangkat tais sebagai kain tradisional dan identitas budaya masyarakat Timor-Leste.
Sejumlah pihak turut memberikan dukungan, termasuk pemerintah dan berbagai sponsor. Pesan yang ingin disampaikan adalah pentingnya menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan potensi dan kepercayaan diri.
Bagi Hendi, semangat tersebut juga terlihat dari penampilan Veddira. Meski masih berusia 10 tahun, keberaniannya tampil di hadapan publik dengan mengenakan busana tradisional merupakan langkah positif yang layak mendapatkan apresiasi.
Ajak Masyarakat Indonesia Berikan Dukungan
Hendi mengajak masyarakat Batam, sahabat-sahabat di berbagai daerah, serta masyarakat Indonesia yang berkenan untuk memberikan dukungan kepada Veddira Rosalita Pires.
Dukungan dapat diberikan dengan mengikuti akun TikTok JMMA Official dan menyukai video penampilan Veddira melalui tautan berikut:
https://vt.tiktok.com/ZSgXnYBYh/
“Satu tanda suka mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi seorang anak yang sedang belajar mengejar mimpi, dukungan itu bisa menjadi penyemangat yang luar biasa,” demikian pesan yang ingin disampaikan melalui ajakan tersebut.
Ia berharap Veddira terus percaya diri, mengembangkan bakat, tetap rendah hati, serta bangga memperkenalkan kebudayaan tanah kelahirannya.
Persahabatan Dua Negara Tidak Boleh Terputus oleh Sejarah
Lebih jauh, kisah dukungan terhadap Veddira menjadi pengingat bahwa hubungan baik antara Indonesia dan Timor-Leste tidak hanya dibangun melalui diplomasi formal, kerja sama pemerintahan, maupun pertemuan para pemimpin negara.
Persahabatan masyarakat biasa, komunikasi antarkeluarga, hubungan antarteman sekolah, dan saling menghargai kebudayaan juga menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan kedua bangsa.
Indonesia dan Timor-Leste memang memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan tidak sederhana. Namun, masa lalu tidak seharusnya menjadi penghalang bagi tumbuhnya persaudaraan dan hubungan baik di masa depan.
Dari Batam untuk Dili, Hendi menyampaikan salam hangat kepada Dominggus Bernabe, Zilpa Silvence, dan keluarga, seraya berharap Veddira terus mendapatkan dukungan dalam mengembangkan bakatnya.
“Untuk Veddira Rosalita Pires, teruslah melangkah, Nak. Kenakan busana adat negerimu dengan bangga. Jadilah anak yang percaya diri, tetap rendah hati, dan jangan pernah kehilangan kecintaan terhadap tanah kelahiranmu. Menang tentu membahagiakan, tetapi tumbuh menjadi anak yang berani, berbudaya, dan menghargai persahabatan jauh lebih berarti.”
Baginya, dukungan tersebut bukan semata-mata karena Veddira merupakan putri seorang sahabat lama. Lebih dari itu, ada pesan persaudaraan yang ingin disampaikan kepada masyarakat kedua negara.
“Batas negara boleh memisahkan wilayah, tetapi tidak pernah memiliki kuasa untuk memisahkan hati orang-orang yang memilih tetap bersahabat.”
Salam persahabatan dari Batam untuk Timor-Leste.
Dari seorang sahabat, untuk seorang anak, dan untuk persahabatan dua negara.
Izazat Karunia












