Kalangan Praoh,Jejak-kasusnews.web.id – Menyusul beredarnya informasi mengenai ditemukannya ulat pada salah satu produk konsumsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera melakukan penelusuran dan klarifikasi terkait kejadian tersebut.
Kepala SPPG bersama pihak sekolah setempat melakukan pengecekan langsung di lapangan guna memastikan sumber permasalahan yang terjadi. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa temuan ulat tersebut bukan berasal dari makanan yang diolah oleh Dapur MBG Bejreh.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan konfirmasi yang dilakukan, SPPG menyimpulkan bahwa permasalahan berasal dari produk susu yang dipasok oleh pihak ketiga. Dengan demikian, Dapur MBG Bejreh maupun Yayasan KEMAS dinyatakan tidak melakukan kesalahan dalam proses pengolahan maupun penyajian makanan pada program MBG.
Kepala SPPG menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan makanan di dapur MBG telah berjalan sesuai prosedur yang berlaku dan tidak ditemukan adanya indikasi kelalaian dari pihak dapur.
Permohonan Maaf dan Langkah Cepat Penanganan
Meski sumber permasalahan berasal dari pemasok susu, pihak Dapur MBG tetap menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh siswa, orang tua, dan masyarakat yang terdampak atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Sebagai bentuk tanggung jawab, susu yang diduga bermasalah langsung ditarik dan diganti dengan produk yang dinilai aman dan layak konsumsi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh penerima manfaat tetap memperoleh asupan gizi yang berkualitas.
Kerja Sama dengan Pemasok Dihentikan
Dalam keterangannya kepada awak media, Kepala SPPG menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan kerja sama dengan pemasok susu yang menjadi sumber permasalahan tersebut.
“Kami tidak akan mentolerir adanya bahan pangan yang tidak memenuhi standar keamanan dan kualitas. Keselamatan serta kesehatan para penerima manfaat program MBG merupakan prioritas utama kami,” tegasnya.
Menurutnya, keputusan penghentian kerja sama tersebut diambil sebagai bentuk komitmen untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Program MBG Tetap Berjalan
SPPG memastikan Program Makan Bergizi Gratis akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Namun demikian, pengawasan dan pemeriksaan terhadap seluruh bahan baku yang masuk akan diperketat.
Pihak SPPG juga berkomitmen untuk meningkatkan sistem kontrol kualitas, mulai dari proses penerimaan bahan baku hingga distribusi makanan kepada para siswa.
“Kami akan melakukan pengecekan yang lebih ketat terhadap seluruh bahan pangan yang diterima. Program MBG memiliki tujuan mulia untuk mendukung kebutuhan gizi anak-anak sekolah, sehingga kualitas dan keamanan konsumsi harus benar-benar terjaga,” ujar Kepala SPPG.
Komitmen Pelayanan Terbaik
Dengan adanya klarifikasi ini, SPPG berharap masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan tidak terjadi kesalahpahaman terkait peristiwa tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa Dapur MBG Bejreh dan Yayasan KEMAS tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
Program MBG diharapkan terus menjadi salah satu upaya mendukung tumbuh kembang anak-anak melalui pemenuhan gizi yang aman, sehat, dan berkualitas.
Muhammad Abdul Aziz












