PALU,JEJAKKASUSNEWS.WEB.ID – Masyarakat Kota Palu dan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah dikagetkan oleh guncangan gempa bumi tektonik yang cukup kuat pada Selasa (16/6/2026) pukul 12.14 WITA.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 6,7 dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Palu, Sulawesi Tengah, pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur.
BMKG menjelaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan gempa darat dengan kedalaman dangkal. Hasil analisis dan pemodelan yang dilakukan menunjukkan bahwa gempa ini **tidak berpotensi menimbulkan tsunami**.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, hingga Poso. Sejumlah warga dilaporkan panik dan berhamburan keluar rumah maupun gedung perkantoran untuk menyelamatkan diri.
Di beberapa rumah sakit di Kota Palu, petugas medis langsung melakukan evakuasi pasien ke area terbuka sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya kerusakan bangunan akibat gempa.
Pantauan sementara di lapangan menunjukkan adanya sejumlah kerusakan ringan hingga struktural pada beberapa fasilitas umum. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kerusakan pada area Auditorium Universitas Tadulako (Untad) Palu.
Selain itu, sedikitnya delapan orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat terkena serpihan kaca dan material bangunan saat berupaya menyelamatkan diri. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.
Sebagai langkah pengamanan, pemerintah dan pihak terkait juga menutup sementara akses menuju Jembatan Palu III guna melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi struktur jembatan pasca-gempa.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama BPBD dan Basarnas bergerak cepat melakukan penanganan awal dengan mendirikan posko darurat serta tenda pengungsian di sejumlah titik aman, termasuk di kawasan Rumah Sakit Undata Palu.
# Waspadai Informasi Hoaks
Di tengah situasi pasca-gempa, beredar sejumlah informasi di media sosial yang mengklaim adanya fenomena air laut surut di kawasan Teluk Palu. Menanggapi hal tersebut, BMKG menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti perkembangan resmi melalui kanal informasi pemerintah dan BMKG.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan yang sewaktu-waktu dapat terjadi dengan kekuatan lebih kecil.
“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian imbauan resmi BMKG kepada masyarakat Sulawesi Tengah.)
Penulis : Moh Ronaldi












