News  

Ratusan Relawan Bersihkan Sungai Cipaleubuh, Pembuang Sampah Terancam Denda Rp5 Juta

GARUT,Jejak-kasusnews.web.id – Ratusan relawan bersama unsur pemerintah, TNI, Polri, instansi, organisasi kemasyarakatan, dan warga menggelar aksi bersih-bersih Sungai Cipaleubuh di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Rabu (22/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi banjir saat musim hujan.

Dalam kegiatan ini hadir unsur Kecamatan Pameungpeuk, Koramil 1119 Pameungpeuk, Polsek Pameungpeuk, APDESI Pameungpeuk, Kementerian PU, BPBD Jawa Barat, DSDA Jawa Barat, TKPSDA Ciwulan-Cilaki, TNI AL (Lanal Bandung), Satpolairud Polres Garut, UPT Damkar Pameungpeuk, PMI Pameungpeuk, KUA Pameungpeuk, Kwartir Gerakan Pramuka Pameungpeuk, Forum Relawan PB Garut Selatan, REPALAPA, KSB Desa Paas, RELASI Cisompet, NAPAK, REDKAR, RAKSA, Pemuda Pancasila Pameungpeuk, Balawista, SURGA, RPBA, pemerintah desa se-Kecamatan Pameungpeuk, serta masyarakat.

Salah seorang perwakilan Forkopimcam Pameungpeuk mengatakan, gerakan tersebut diharapkan mampu mengubah wajah Sungai Cipaleubuh menjadi kawasan yang bersih, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan gerakan yang kita lakukan ini bisa menjadikan sungai ini tempat yang baik, dan bisa digunakan untuk bermain, baik bagi anak-anak, orang tua, remaja, dan masyarakat lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, aksi bersih sungai dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air sehingga saat musim penghujan tiba tidak terjadi penyumbatan yang berpotensi memicu banjir. Selain itu, masyarakat diminta tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran Sungai Cipaleubuh.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan peringatan bahwa masyarakat yang kedapatan membuang sampah ke sungai dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan daerah yang berlaku, termasuk ancaman denda hingga Rp5 juta bagi pelanggar.

Sementara itu, relawan Yadi berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai aksi seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai secara berkelanjutan. Bersih-bersih sungai tidak hanya dilakukan hari ini, tetapi harus menjadi kebiasaan rutin agar sungai benar-benar bebas dari sampah,” katanya.

Menurutnya, apabila seluruh masyarakat memiliki kepedulian terhadap lingkungan, Kabupaten Garut dapat menjadi daerah yang lebih bersih dan bebas dari persoalan sampah.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar membuang sampah pada tempatnya, bukan ke sungai. Edukasi harus terus dilakukan agar kebiasaan buruk tersebut dapat dihentikan,” tambahnya.

Sungai Cipaleubuh yang bermuara ke kawasan pesisir selatan Garut memiliki potensi besar sebagai kawasan wisata alam. Dengan kondisi yang bersih, kawasan tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi ruang publik, jalur pejalan kaki, area olahraga, hingga pusat wisata kuliner yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Tempat ini harus dijaga agar tetap nyaman sehingga masyarakat senang datang dan menikmati kawasan Sungai Cipaleubuh,” ujar tim relawan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Jujun Juansyah, menambahkan bahwa aksi bersih sungai harus menjadi budaya di tengah masyarakat, bukan sekadar kegiatan sesaat.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing sehingga sungai-sungai di Kabupaten Garut tetap bersih, sehat, dan terbebas dari sampah demi mencegah bencana banjir serta menjaga kelestarian lingkungan.

 

Hendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *