Deli Serdang,Jejak-Kasusnews.web.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sumatera Utara. Kali ini, operasi senyap tersebut menyeret nama Bupati Langkat, Syah Afandin, yang akrab disapa Bang Ondim.
Kabar penangkapan itu dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, pada Jumat (3/7/2026).
“Benar,” ujar Fitroh saat dikonfirmasi.
Meski membenarkan adanya OTT, Fitroh belum mengungkap perkara yang menjerat orang nomor satu di Kabupaten Langkat tersebut.
“Belum bisa disampaikan detailnya. Pascakegiatan tangkap tangan tentu masih terus dilakukan upaya-upaya penyidikan berikutnya,” katanya.
Ia menambahkan, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan sebelum mengumumkan status hukum mereka secara resmi.
Berawal dari Binjai, Berlanjut ke Deli Serdang
Informasi yang dihimpun menyebutkan, operasi senyap KPK diawali dari wilayah Binjai sebelum bergerak ke Kabupaten Deli Serdang.
Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan sedikitnya tiga orang, termasuk seorang kepala daerah. Menjelang tengah malam, petugas KPK terlihat membawa sebuah koper ke Polrestabes Medan usai mengamankan para pihak. Hingga Jumat dini hari, sejumlah awak media masih menunggu perkembangan hasil pemeriksaan.
Diamankan Saat Hadiri Acara APKASI
Berdasarkan informasi dari sumber di lapangan, Syah Afandin diamankan saat menghadiri Forum Bisnis Daerah (Forbisda) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) APKASI ke-26 yang berlangsung di Aula Institut Kesehatan Medistra. Saat acara resmi masih berlangsung, tim KPK disebut bergerak secara senyap tanpa menarik perhatian para peserta.
Sebagian besar pejabat yang hadir baru mengetahui adanya operasi tangkap tangan tersebut setelah forum selesai.
Suasana semakin ramai ketika para bupati menghadiri jamuan makan durian yang disiapkan oleh tuan rumah. Saat itulah keberadaan Bang Ondim mulai dipertanyakan.
“Setelah acara di aula selesai, para bupati dijamu makan durian. Di situlah mulai ramai dibicarakan soal penangkapan. Ada yang mencari Bupati Langkat, lalu beredar informasi kalau beliau sudah ‘dipegang tiga huruf’,” ungkap seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Hingga berita ini diturunkan, KPK masih belum mengungkap secara resmi perkara yang menjadi dasar Operasi Tangkap Tangan terhadap Bupati Langkat tersebut. Lembaga antirasuah itu menyatakan akan menyampaikan perkembangan kasus beserta status hukum pihak-pihak yang diamankan setelah proses pemeriksaan selesai.
(Tedjo)












