Batam,Jejak-kasusnews.web.id – Situasi di Pelabuhan Internasional Sekupang kembali menuai sorotan publik. Sejumlah penumpang Ferry Batam Fast dikabarkan gagal berangkat pada jadwal pukul 15.20 WIB, meski telah datang lebih awal dan membeli tiket keberangkatan sesuai jadwal yang ditentukan.
Informasi yang dihimpun awak media di lokasi menyebutkan, penumpang Ferry Batam Fast hanya mendapatkan jatah sekitar 10 kursi pada jam keberangkatan tersebut. Sementara pada waktu yang sama, ferry milik Sindo tetap beroperasi dan membawa penumpang berangkat seperti biasa.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan penumpang maupun masyarakat. Ada apa sebenarnya antara Ferry Batam Fast dan Ferry Sindo di lintasan keberangkatan dari Sekupang tersebut?
Beberapa penumpang mengaku kecewa berat karena sudah datang sejak pukul 13.40 WIB agar dapat berangkat pada jadwal pukul 15.20 WIB. Namun harapan mereka pupus setelah pihak ferry menyampaikan bahwa kapasitas sudah penuh dan penumpang diminta menunggu jadwal keberangkatan selanjutnya.
“Katanya sudah penuh, disuruh tunggu keberangkatan berikutnya,” ujar salah seorang penumpang kepada awak media di lokasi.
Kekecewaan para penumpang semakin memuncak karena harus menunggu hingga sekitar empat jam di pelabuhan. Bahkan sebagian dari mereka memilih membooking hotel untuk beristirahat dibanding harus bertahan terlalu lama menunggu jadwal berikutnya.
“Daripada nunggu dari jam 13.40 sampai 17.40 WIB, akhirnya kami booking hotel dan terpaksa stay satu hari lagi di Batam,” ungkap penumpang lainnya dengan nada kecewa.
Awak media juga menerima informasi dari salah seorang penumpang bahwa kondisi seperti ini disebut-sebut sudah berlangsung kurang lebih selama dua bulan terakhir.
Hal ini pun memunculkan dugaan adanya persoalan kerja sama atau pengaturan jadwal antara pihak Ferry Batam Fast dan Ferry Sindo. Penumpang mempertanyakan apakah mereka harus membeli tiket Ferry Sindo agar bisa berangkat pada jam 15.20 WIB, sementara tiket Batam Fast yang mereka miliki justru tidak dapat digunakan sesuai jadwal keberangkatan yang diharapkan.
Jika memang sudah tidak memungkinkan adanya kerja sama antara kedua pihak, masyarakat berharap segera ada penataan ulang jadwal keberangkatan agar tidak lagi merugikan penumpang.
“Apapun konflik antara dua pihak ini, jangan sampai penumpang yang jadi korban,” ujar salah seorang penumpang di lokasi.
Para pengguna jasa transportasi laut berharap pihak terkait, baik operator ferry maupun otoritas pelabuhan, segera memberikan penjelasan resmi serta solusi konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.
Penulis : Izazat Karunia












