News  

Diduga Preman Kampung Mabuk Ganggu Penutupan Turnamen Liga Desa di Pakenjeng, Panitia Sesalkan Tindakan HR

GARUT,Jejak-kasusnews.web.id  Suasana meriah acara penutupan Turnamen Liga Desa yang digelar di Lapang Voli Alun-alun Desa Panyindangan, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, sempat diwarnai insiden yang diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial HR.

Menurut informasi yang dihimpun dari sejumlah pihak di lokasi, HR yang merupakan warga asal Desa Tanjungjaya namun sekarang sudah menjadi warga desa depok dan diketahui merupakan anak dari pasangan AM dan LI, datang ke lokasi acara dalam kondisi diduga mabuk berat. Kehadirannya disebut-sebut sempat membuat panitia dan masyarakat khawatir karena tindakannya dinilai berpotensi mengganggu jalannya kegiatan yang sedang berlangsung.

Saksi di lokasi menyebutkan, HR tiba-tiba menghampiri Ketua Komite Olahraga Kecamatan (KOK) Pakenjeng saat acara masih berlangsung. Dalam kondisi yang diduga dipengaruhi minuman beralkohol, HR sempat berbicara dengan nada tinggi sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang sedang menikmati rangkaian penutupan turnamen.

Beruntung, Ketua KOK Kecamatan Pakenjeng tetap mampu mengendalikan emosi dan tidak terpancing oleh tindakan tersebut. Sikap tenang yang ditunjukkan dinilai berhasil mencegah terjadinya keributan yang lebih besar di tengah keramaian warga.

“Alhamdulillah situasi masih bisa dikendalikan. Tidak terjadi bentrokan karena semua pihak menahan diri dan mengutamakan keamanan acara,” ujar salah seorang panitia.

Melihat situasi yang mulai memanas, sejumlah warga bersama petugas keamanan dari panitia segera mengambil langkah cepat dengan mengamankan HR dan membawanya keluar dari area kegiatan agar tidak mengganggu jalannya acara.

Setelah seluruh rangkaian penutupan turnamen selesai dilaksanakan, panitia bersama tim keamanan sempat berupaya mencari keberadaan HR untuk meminta klarifikasi terkait tindakannya. Namun hingga kegiatan berakhir, yang bersangkutan tidak lagi ditemukan di sekitar lokasi.

Insiden tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat. Banyak warga yang menyayangkan tindakan HR yang dinilai tidak menghormati kegiatan masyarakat yang telah dipersiapkan dengan susah payah demi mempererat persaudaraan dan semangat olahraga di Kecamatan Pakenjeng.

Sebagian warga menduga perilaku tersebut dipicu oleh pengaruh minuman keras yang dikonsumsinya sebelum datang ke lokasi. Namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa motif sebenarnya yang mendorong HR mendatangi acara dan melakukan tindakan yang dianggap meresahkan tersebut.

“Warga hanya ingin menikmati acara penutupan dengan aman dan penuh kegembiraan. Sangat disayangkan jika ada pihak yang datang dalam kondisi mabuk lalu membuat suasana menjadi tidak nyaman,” kata seorang warga.

Menurut informasi dari beberapa warga yang berasal dari tanjungjaya HR tersebut setiap kalinada keramian selalalu memgkinsumsi minuman alkohol dan sering berupaya membuat kericuhan atau mengganggu kegiatan.

Meski sempat terjadi gangguan, acara penutupan Turnamen Liga Desa tetap berlangsung lancar hingga selesai. Masyarakat dan panitia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang pada kegiatan-kegiatan masyarakat berikutnya.

Red**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *