News  

Fenomena Ikan Impun Kembali Muncul di Pesisir Pantai Garut Selatan, Jadi Tradisi Tahunan Warga Muara Cikandang

Garut,Jejak Kasusnews.web.id – Fenomena kemunculan ikan impun kembali menjadi perhatian masyarakat pesisir selatan Kabupaten Garut. Mulai dari kawasan Pantai Sayang Heulang, Muara Sungai Cikandang, hingga Pantai Rancabuaya, ribuan warga tampak memadati area muara sungai untuk berburu ikan musiman yang hanya muncul pada waktu-waktu tertentu dalam kalender Islam.

Pada Jumat (12/6/2026), sejumlah warga di sekitar Muara Sungai Cikandang melaporkan mulai terlihatnya gerombolan ikan impun yang terbawa arus pasang. Fenomena ini merupakan kejadian alam yang telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat pesisir Garut Selatan.

Ikan impun merupakan benih atau larva ikan air tawar yang bermigrasi melalui muara sungai. Sebagian masyarakat menyebutnya sebagai anak ikan bulan atau gatul. Bentuknya sangat kecil, berwarna bening, menyerupai ikan teri, bahkan ukurannya tidak lebih besar dari batang lidi.

Masyarakat pesisir mengenal tradisi berburu impun dengan sebutan Nyalawean, yang berasal dari kata salawe atau angka 25 dalam bahasa Sunda. Tradisi ini berkaitan dengan siklus kemunculan impun yang sering mencapai puncaknya pada tanggal 24 dan 25 bulan Hijriah.

Menurut kepercayaan dan pengalaman para nelayan setempat, kemunculan impun sangat dipengaruhi oleh siklus bulan baru, bulan purnama, serta kondisi pasang surut air laut yang terjadi di kawasan muara sungai.

Karena itu, tanggal 24 dan 25 kalender Islam menjadi momen yang paling dinantikan warga untuk menangkap impun sebelum gerombolan ikan kecil tersebut kembali bergerak ke hulu sungai.

Muncul di Sejumlah Muara Sungai Selatan Jawa Barat, Fenomena impun tidak hanya terjadi di Muara Sungai Cikandang. Kemunculannya juga sering ditemukan di beberapa kawasan pesisir selatan Jawa Barat, termasuk muara Sungai Cimari dan sejumlah muara sungai lainnya yang bermuara langsung ke Samudera Hindia.

Di Kabupaten Garut, kawasan yang kerap menjadi lokasi perburuan impun berada di sekitar muara-muara sungai yang membentang dari wilayah Pantai Sayang Heulang hingga Pantai Rancabuaya.

Selain menjadi tradisi, ikan impun juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang khas membuat ikan ini banyak diburu masyarakat untuk dijadikan berbagai olahan makanan.

Di musim kemunculannya, harga impun dapat mencapai puluhan ribu rupiah per kilogram, bahkan di beberapa lokasi dijual menggunakan ukuran gelas atau wadah tertentu karena ukurannya yang sangat kecil.

Warga biasanya mengolah impun menjadi gorengan, pepes, bakwan impun, hingga campuran berbagai masakan tradisional khas pesisir selatan.

Fenomena kemunculan impun setiap bulan Hijriah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Garut Selatan. Selain menikmati keindahan pantai dari kawasan Pantai Sayang Heulang hingga Pantai Rancabuaya, pengunjung juga dapat menyaksikan aktivitas tradisional warga menangkap impun di Muara Sungai Cikandang.

Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini menjadi bukti kuat hubungan masyarakat pesisir dengan alam serta pengetahuan lokal yang masih terus terjaga hingga saat ini.

 

Hendi Heryana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *