News  

GEMA MASYARAKAT INDONESIA DPC KABUPATEN GARUT DESAK PUPR SEGERA PERBAIKI IRIGASI JEBOL

Garut,Jejak-kasusnews.web.id – Gema Masyarakat Indonesia (GAMASI) DPC Kabupaten Garut melaksanakan audiensi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Sumber Daya Air (SDA), Senin (18/05/2026), bertempat di Ruang SDA PUPR Kabupaten Garut.

Audiensi yang dimulai pukul 08.35 WIB hingga selesai tersebut dipimpin langsung oleh Ketua GAMASI DPC Kabupaten Garut, Mulyadi, dan diikuti sekitar 10 peserta. Pertemuan diterima oleh Kepala Bidang SDA PUPR Kabupaten Garut, Ari Mohammad Ridwan, S.T.

Dalam audiensi tersebut, GAMASI menyoroti pembangunan saluran irigasi tahun 2024 yang dilaporkan jebol dan berdampak terhadap sekitar 40 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan.

Ketua GAMASI DPC Kabupaten Garut menegaskan bahwa masyarakat meminta pemerintah segera melakukan langkah konkret untuk memperbaiki kerusakan irigasi tersebut demi menyelamatkan lahan pertanian warga.

“Kami meminta agar saluran irigasi yang jebol segera diperbaiki karena dampaknya sangat dirasakan para petani. Kurang lebih 40 hektare lahan pertanian terancam kekeringan,” tegas Mulyadi dalam audiensi tersebut.

Selain itu, GAMASI juga mengungkap adanya informasi dugaan pembangunan irigasi yang tidak sesuai spesifikasi teknis (spek). Oleh karena itu, pihaknya meminta adanya pertanggungjawaban dari seluruh pihak terkait, mulai dari Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), hingga pihak penyedia jasa pelaksana proyek.

Dalam forum tersebut, GAMASI turut mempertanyakan secara tegas ruang lingkup tanggung jawab masing-masing pihak terkait atas kerusakan proyek irigasi tersebut.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Bidang SDA PUPR Kabupaten Garut, Ari Mohammad Ridwan, S.T., menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut melalui langkah jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

“Kami akan segera melakukan penanganan dan mengantisipasi dampak kekeringan akibat jebolnya saluran irigasi tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa pengawasan proyek dilakukan secara internal sehingga terdapat sejumlah keterbatasan dalam pelaksanaan pengawasan di lapangan.

Sebagai langkah darurat, pihak PUPR akan segera melakukan perbaikan sementara dengan pembuatan talang sementara menggunakan gorong-gorong, bondek, dan material lainnya guna mengalirkan kembali air ke area pertanian terdampak.

Audiensi berakhir pada pukul 11.20 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

 

Red***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *