GARUT,Jejakkasusnews.web.id – Tradisi tasyakur nelayan kembali digelar masyarakat pesisir Pantai Muara Cimari, Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam Gelar Budaya Hajat Laut Nelayan Cimari Muara tersebut menjadi bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga.
Rangkaian kegiatan diisi dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur, prosesi melarung sesajen ke laut, santunan kepada anak yatim, tabligh akbar, serta berbagai kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat pesisir.
Puncak kegiatan dimeriahkan dengan pagelaran wayang golek yang menghadirkan dalang Yogaswara Sunandar Sunarya. Pertunjukan tersebut mendapat perhatian dan antusiasme warga yang hadir memadati lokasi kegiatan.
Wayang golek sendiri merupakan salah satu warisan budaya leluhur tanah Sunda yang hingga kini masih terus dipelihara dan dilestarikan oleh masyarakat. Kehadiran pertunjukan wayang golek dalam acara hajat laut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi dan budaya lokal.
Ketua Panitia Gelar Budaya Hajat Laut Nelayan Cimari Muara mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Pelabuhan Pantai Muara Cimari tersebut merupakan bentuk tasyakur para nelayan, khususnya masyarakat nelayan di wilayah Desa Karangsari.
“Hadirnya acara ini merupakan sebuah wujud tasyakur nelayan yang ada di wilayah Karangsari pada khususnya,” tuturnya.
Ia menjelaskan, terdapat berbagai rangkaian kegiatan dalam Gelar Budaya Hajat Laut Nelayan tahun ini, mulai dari tabligh akbar, santunan anak yatim, hingga acara puncak berupa pagelaran wayang golek.
“Kegiatan ini mudah-mudahan akan menjadi sebuah momentum yang lebih meriah lagi, lebih berbahagia lagi, dan lebih bisa menyuguhkan sesuatu yang membanggakan buat kita semua,” katanya.
Menurutnya, tradisi tasyakur nelayan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum kebersamaan bagi seluruh masyarakat nelayan di wilayah Karangsari. Selain itu, para nelayan diharapkan dapat terus berpartisipasi dalam menjaga tradisi dan kebudayaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Mudah-mudahan dengan digelarnya hajat laut ini hasil tangkapan ikan nelayan bisa melimpah sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, khususnya warga nelayan Cimari,” ujarnya.
Tradisi hajat laut menjadi salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat pesisir Jawa Barat. Di tengah perkembangan zaman, kegiatan tersebut diharapkan tetap menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa syukur, sekaligus melestarikan seni dan budaya Sunda di kalangan generasi muda.
(Hendra)












