SERUYAN,Jejak-kasusnews.web.id – Cita-cita menjadikan Pelabuhan Teluk Segintung sebagai gerbang emas ekonomi Kabupaten Seruyan tampaknya masih membentur dinding keras realitas.
Hasil pantauan tim redaksi di lapangan menunjukkan kondisi akses jalan menuju pelabuhan tersebut dalam keadaan rusak parah, memprihatinkan, dan seolah terabaikan dari sentuhan pembangunan yang berkeadilan.
Akses yang seharusnya menjadi urat nadi distribusi hasil bumi ini kini berubah menjadi jalur “maut” bagi pengendara.
Badan jalan nampak bergelombang dan dipenuhi lubang menganga yang siap memakan korban.
Tidak hanya soal aspal yang hancur, estetika dan fungsi drainase di sepanjang jalur ini pun carut-marut.
### Hutan di Bahu Jalan dan Irigasi Lumpuh
Kiri dan kanan jalan kini tertutup semak belukar yang menjulang tinggi, mempersempit jarak pandang pengemudi dan menciptakan kesan jalur yang tak bertuan.
Lebih parah lagi, saluran irigasi yang seharusnya berfungsi menjaga stabilitas badan jalan dan mengaliri lahan sekitar justru ditemukan tersumbat di banyak titik.
Kondisi drainase yang lumpuh ini disinyalir menjadi penyebab utama cepatnya kerusakan jalan, lantaran air meluap ke badan aspal setiap kali hujan turun.
Hal ini memicu pertanyaan besar: **Ke mana perginya anggaran pemeliharaan rutin yang dialokasikan setiap tahunnya?**
### Jeritan Petani dan Nelayan
Di tengah buruknya infrastruktur, para petani dan nelayan menjadi pihak yang paling terpukul.
Biaya logistik yang membengkak akibat kerusakan jalan serta terganggunya akses distribusi membuat pendapatan mereka kian tergerus.
“Kami hanya bisa menanti kebijakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Seruyan.
Jangan hanya janji saat seremoni, tapi lihatlah keringat kami yang tersiksa saat melintasi jalan ini setiap hari,” keluh salah satu warga setempat kepada tim redaksi.
### Sorotan Tajam Jurnalistik
Tim Redaksi secara kritis menyoroti kinerja Dinas terkait di lingkungan Pemkab Seruyan.
Kerusakan masif di jalur strategis ini mengindikasikan adanya manajemen pemeliharaan yang tidak tepat sasaran atau bahkan potensi pengabaian tanggung jawab publik.
Poin-poin krusial yang menuntut jawaban transparan dari pemerintah adalah:
1. **Transparansi Anggaran:** Berapa pagu anggaran pemeliharaan jalan Teluk Segintung tahun 2025-2026 dan bagaimana realisasinya di lapangan?
2. **Skala Prioritas:** Mengapa jalur menuju fasilitas nasional seperti pelabuhan dibiarkan “terkepung” semak dan lubang?
3. **Audit Teknis:** Perlukah adanya audit terhadap kualitas pengerjaan jalan sebelumnya yang tampak begitu rapuh?
Masyarakat Seruyan tidak butuh retorika. Mereka butuh aspal yang mulus, saluran irigasi yang lancar, dan kehadiran pemerintah dalam wujud nyata pembangunan.
Tim Redaksi akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah konkret dari pemegang kebijakan di Bumi Gawi Hatantiring.
(Samsul Daeng Pasomba.PPWI/Bony A/Tim)
Editor : Bony A












