Jejakkasus.my.id,Indramayu -Teriakan masyarakat “jangan bela yang salah” bukan sekadar bisingnya ruang sidang, melainkan manifestasi dari kemarahan kolektif atas hilangnya nyawa satu keluarga secara tragis.
Dinamika di balik teriakan karena kekejaman kasus yang melibatkan hilangnya nyawa seseorang dengan sadis, Masyarakat merasa bahwa pembelaan yang terlalu gigih terhadap terdakwa adalah bentuk ketidakadilan bagi keluarga korban yang sudah tidak bisa bersuara lagi.rabu, 06/05/26.
Tekanan Psikologis terhadap Penasihat Hukum , Masyarakat sering kali sulit menerima ketika pengacara mencoba membela pelaku melalui argumen-argumen hukum, Teriakan tersebut ditujukan agar Pengacara tidak memutarbalikkan fakta demi meringankan hukuman bahkan meloloskan vonis.
Hakim melihat bahwa ada keresahan sosial yang luar biasa jika vonis tidak dijatuhkan secara maksimal , maka dari itu pentingnya Fungsi Kontrol Sosial dalam sosiologi hukum, kehadiran warga di persidangan berfungsi sebagai “Watchdog” (pengawas).
Mereka ingin memastikan Tidak ada “main mata” antara pihak terdakwa dengan aparat penegak hukum , Proses persidangan berjalan transparan sesuai dengan beratnya kejahatan yang dilakukan.
Dilema Hukum di Ruang Sidang meskipun emosi warga sangat valid, sistem hukum kita memiliki prinsip yang harus dijalankan.












