GARUT,Jejak-kasusnews.web.id – Semangat pelestarian budaya Sunda begitu terasa dalam gelaran Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung meriah di Kabupaten Garut. Acara budaya berskala besar ini menjadi simbol kebangkitan nilai-nilai tradisi Sunda sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Jawa Barat.” Kamis 7 Mei 2026
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. Ribuan masyarakat tampak memadati sepanjang jalur kirab budaya hingga lokasi utama acara untuk menyaksikan kemeriahan prosesi sakral Mahkota Binokasih.
Puncak acara ditandai dengan kirab budaya yang berlangsung khidmat namun penuh semarak. Gubernur Jawa Barat dan Bupati Garut menunggangi kuda sambil mengiringi kereta kencana Ki Jaga Raksa yang membawa Mahkota Binokasih, simbol kebesaran raja-raja Sunda di masa lampau.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, bersama Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti, serta Ketua TP PKK Garut, Tinneke Hermina, turut mengikuti iring-iringan menggunakan kereta kencana.
Rute kirab dimulai dari Makorem 062/Tarumanagara dan berakhir di Bale Dewa Niskala. Meskipun sempat diguyur hujan, antusiasme warga tidak surut. Masyarakat tetap bertahan menyaksikan berbagai pertunjukan seni budaya dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat yang dibuka dengan atraksi khas Garut, Surak Ibra.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga membawa kabar gembira terkait pembangunan infrastruktur di Kabupaten Garut. Ia menetapkan bahwa seluruh jalur yang dilalui Karnaval Mahkota Binokasih akan dialihkan statusnya menjadi jalan provinsi.
“Ku sim kuring ditetapkeun sadayana jalur anu kalangkungan ku Karnaval Mahkota Binokasih jalanna alih status jadi jalan provinsi. Janten engke kapayun Pak Sekda, tanggung jawab penataan lampu, tanggung jawab trotoar, tanggung jawab markah jalan, pengecatan dugi ka gurilapna di jalan engke tanggung jawab Gubernur,” tegas KDM.
Kebijakan tersebut diambil agar Pemerintah Kabupaten Garut dapat lebih fokus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan di wilayah pelosok desa.
“Urang fokuskeun ngabangun jalan, ngabangun sakola, ngabangun puskesmas sareng rumah sakit, ngabangun irigasi, ngalereskeun imah rahayat nu rek runtuh,” tambahnya.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyambut positif langkah yang diambil Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut. Menurutnya, pengalihan status jalan akan sangat membantu mengurangi beban perawatan jalan kabupaten sehingga anggaran dapat dialihkan ke wilayah lain yang membutuhkan perhatian pembangunan.
“Kemudian kita juga dapat jalan yang dilewati tadi itu akan dijadikan sebagai jalan provinsi, sehingga nanti mengurangi beban kita untuk perawatan. Itu kan lumayan bisa dipindahkan ke jalur yang lain,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, Bupati Garut juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah. Ia menilai kehadiran Mahkota Binokasih di Garut menjadi momentum bersejarah untuk membangkitkan kembali kebanggaan masyarakat Sunda terhadap warisan leluhur.
“Kalau saya melihat bahwa eventnya bagus, yang pertama meningkatkan kebanggaan sebagai warga Sunda, di mana budaya yang selama ini agak terabaikan jadi dibangkitkan kembali. Mahkota Binokasih itu simbol kebesaran orang Sunda dulu, dan kini dibangkitkan kembali,” ungkapnya.
Acara Milangkala Tatar Sunda diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya menghidupkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat, tetapi juga mempererat persatuan serta kekompakan antarwilayah di Jawa Barat.
Reporter : Sobar Taufik












