News  

Jangan Tunggu Bencana Tiba! Tarogong Kaler Bergerak Cepat Bangun Kawasan Tangguh Bencana

Garut,Jejak-kasusnews.web.id – Ancaman kekeringan dan kebakaran hutan lahan (karhutla) mulai mengintai seiring datangnya musim kemarau. Namun, Kecamatan Tarogong Kaler pantang lengah dan memilih langkah proaktif. Aula Kecamatan pun disulap menjadi pusat konsolidasi kesiapsiagaan pada Kamis (25/6/2026) melalui gelaran Rapat Sosialisasi Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA).

​Acara ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, melainkan ajang memperkuat “kuda-kuda” mitigasi seluruh elemen masyarakat. Mulai dari perangkat desa, kelurahan, unsur kewilayahan, relawan, hingga tokoh masyarakat duduk bersama untuk menyatukan visi. Mereka dipersiapkan untuk menjadi garda terdepan pelindung lingkungan dari berbagai potensi bencana.

​Camat Tarogong Kaler, Rakhmat Alamsyah, yang membuka acara ini secara resmi, menyuntikkan semangat kolaborasi kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa urusan keselamatan bukan hanya beban pemerintah.

​”Kesiapsiagaan adalah tanggung jawab kita bersama. Lewat sosialisasi ini, kami ingin masyarakat tidak lagi gagap saat kondisi darurat terjadi. Dengan pemahaman pencegahan dan penanganan awal yang tepat, risiko kerugian dan korban pasti bisa ditekan seminimal mungkin,” tegas Rakhmat.

​Untuk memastikan bekal yang diberikan maksimal, para pakar dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) langsung turun tangan.

​BPBD membedah tuntas strategi jitu mitigasi bencana, pentingnya merawat kesiapsiagaan kolektif, dan cara membangun alur koordinasi yang efektif, terutama saat puncak kemarau menyapa.

​Di sisi lain, Disdamkar membagikan edukasi praktis yang sangat dekat dengan keseharian warga. Mulai dari trik jitu mencegah “si jago merah” mengamuk di kawasan padat penduduk, hingga langkah krusial yang wajib dilakukan warga sebagai pertolongan pertama sebelum sirine mobil pemadam tiba di lokasi.

​Suasana semakin hidup ketika sesi diskusi dibuka. Peserta tampak antusias membedah potensi bahaya di wilayah masing-masing dan mencari solusi taktis bersama para narasumber. Interaksi dua arah ini menjadi bukti nyata tingginya kepedulian warga akan pentingnya kewaspadaan.

​Lewat kolaborasi strategis ini, Tarogong Kaler menaruh harapan besar. Sinergi yang terbangun erat antara pemerintah, pakar, dan masyarakat diyakini mampu mencetak lingkungan yang lebih tangguh dan siap siaga. Bencana mungkin tak selalu bisa ditolak, tapi dengan kesiapan matang, keselamatan warga dan roda kehidupan akan terus terjaga.

​(Enjang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *