SULAWESI UTARA,Jejakkasusnews.web.id – Suasana pagi yang semula tenang di kawasan permukiman warga Lingkungan 1, Kelurahan Matani Dua, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah kebakaran melanda salah satu rumah warga, Rabu (4/11/2026).
Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 09.00 WITA tersebut menghanguskan satu unit rumah milik Keluarga Rumagit-Kainde. Kobaran api dengan cepat membakar bagian rumah hingga menyebabkan bangunan tersebut mengalami kerusakan berat.
Tidak hanya rumah yang menjadi titik awal kebakaran, bangunan milik Keluarga Mantiri-Pangemanan yang berada tepat bersebelahan juga sempat terkena dampak dari kobaran api. Kondisi ini membuat situasi semakin mengkhawatirkan, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan padat permukiman yang berpotensi membuat api menjalar ke rumah-rumah lainnya.
Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian diterima melalui Call Center 112 sekitar pukul 09.50 WITA. Laporan disampaikan langsung oleh Lurah Matani Dua, Audy Posumah, yang menginformasikan adanya kebakaran di wilayahnya dan membutuhkan penanganan segera dari petugas pemadam kebakaran.
Mendapatkan laporan tersebut, personel Pemadam Kebakaran Kota Tomohon langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman. Kecepatan respons petugas menjadi faktor penting dalam mengendalikan situasi agar kobaran api tidak semakin meluas dan mengancam keselamatan warga di sekitar lokasi.
Kasat Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Tomohon, Jusak Toar Pandeirot, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, petugas langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Berkat respons cepat dan kesigapan personel pemadam kebakaran, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum menjalar lebih jauh ke bangunan rumah warga lainnya.
Meski demikian, peristiwa ini menjadi pengingat serius bahwa kebakaran di kawasan permukiman tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Dalam kondisi lingkungan rumah yang saling berdekatan, keterlambatan penanganan beberapa menit saja dapat berpotensi memperbesar dampak kerusakan sekaligus mengancam keselamatan masyarakat.
Rumah yang telah hangus terbakar menjadi kerugian besar bagi keluarga yang terdampak. Di sisi lain, rumah tetangga yang ikut terkena dampak menunjukkan betapa cepatnya risiko kebakaran dapat merembet ketika terjadi di lingkungan permukiman.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kebakaran, total kerugian material, serta ada atau tidaknya korban dalam peristiwa tersebut belum diperoleh secara terperinci dan masih memerlukan keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya dengan memastikan instalasi listrik, kompor, dan berbagai sumber pemicu api dalam kondisi aman.
Peristiwa di Matani Dua ini menjadi peringatan bahwa kesiapsiagaan dan respons cepat sangat menentukan dalam mencegah sebuah kebakaran berubah menjadi bencana yang lebih besar.
Hafid Ahmad












