MUARA ENIM,Jejak-kasusnews.web.id – 25 Juni 2026 – Warga Dusun 5 Jemenang, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, sempat dibuat panik akibat kebocoran jalur pipa minyak mentah yang melintasi kawasan permukiman penduduk pada Kamis dini hari (25/6/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebocoran terjadi sekitar pertengahan malam pada jalur pipa penghubung sumur arah Suban Jeriji menuju Stasiun Pengumpul Limau Barat. Kebocoran tersebut berada tepat di area yang berdekatan dengan rumah-rumah warga sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi bahaya yang dapat terjadi.
Akibat insiden tersebut, minyak mentah dilaporkan meluber dan mengalir ke sejumlah titik tanah di sekitar permukiman warga. Kondisi itu membuat masyarakat setempat waspada dan berharap segera ada penanganan dari pihak perusahaan.
Kepala Dusun 5 Jemenang, Angga, bergerak cepat dengan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Pertamina, khususnya pengelola Stasiun Pengumpul Limau Barat. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh perusahaan.
Sekitar pukul 06.00 WIB, tim teknis Pertamina tiba di lokasi dan segera melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Selain memperbaiki bagian pipa yang mengalami kebocoran, petugas juga melakukan penyedotan terhadap minyak yang tumpah guna mencegah penyebaran lebih luas ke lingkungan warga.
Saat dikonfirmasi, pihak perusahaan menjelaskan bahwa kebocoran diduga terjadi pada bagian sambungan pipa yang mengalami retakan kecil akibat faktor usia dan penggunaan yang telah berlangsung cukup lama.
“Dugaan sementara kebocoran terjadi pada sambungan pipa yang mengalami sedikit retakan karena faktor usia. Setelah menerima laporan, tim langsung turun ke lapangan untuk melakukan perbaikan dan penanganan tumpahan minyak,” ujar perwakilan perusahaan.
Sementara itu, warga yang terdampak berharap perusahaan dapat memberikan perhatian terhadap kerugian yang dialami masyarakat akibat tumpahan minyak yang masuk ke area pekarangan dan lingkungan sekitar rumah mereka.
Menanggapi hal tersebut, pihak perusahaan menyatakan kesiapannya untuk melakukan pendataan serta perhitungan kerugian warga yang terdampak. Perusahaan juga berkomitmen memberikan kompensasi sesuai hasil verifikasi di lapangan.
“Kami akan melakukan pendataan dan menghitung dampak yang dialami masyarakat. Proses ganti rugi akan ditindaklanjuti setelah seluruh data dan verifikasi lapangan selesai dilakukan,” kata pihak perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan area terdampak masih berlangsung. Situasi di Dusun 5 Jemenang dilaporkan telah berangsur kondusif setelah kebocoran berhasil diatasi dan aliran minyak dihentikan. Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang serta meminta perusahaan meningkatkan pengawasan dan perawatan terhadap jaringan pipa yang melintasi kawasan permukiman penduduk.
Yurmanto












