Batam,Jejak-kasusnews.web.id – Semangat melestarikan budaya kembali bergema di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam. Paguyuban seni kuda kepang Indrakila menggelar acara syukuran dan doa bersama sebagai tanda aktifnya kembali sanggar budaya tersebut setelah mendapat dukungan dari para donatur dan seluruh tim yang selama ini ikut berjuang menjaga eksistensi kesenian tradisional Jawa Tengah.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Kampung Baru, Kelurahan Tanjung Sari, disambut antusias oleh masyarakat. Sejak sore hari, ratusan warga memadati lokasi untuk menyaksikan penampilan seni budaya kuda kepang yang sarat dengan nilai tradisi dan kearifan lokal.
Alunan gamelan, dentuman gong, serta lantunan lagu-lagu khas Jawa Tengah mengiringi setiap tarian para penampil. Suasana semakin semarak ketika para pemain menampilkan atraksi khas kuda kepang yang menjadi daya tarik utama pertunjukan tersebut.
Paguyuban Indrakila merupakan satu-satunya sanggar seni budaya kuda kepang yang aktif di Kecamatan Belakang Padang. Kehadirannya menjadi wadah bagi para pecinta budaya Jawa Tengah untuk terus menjaga dan mewariskan kesenian tradisional kepada generasi muda.
Tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, Indrakila juga berhasil menarik minat banyak anak muda untuk bergabung dan belajar seni kuda kepang. Melalui latihan rutin dan berbagai pertunjukan, mereka berupaya mempertahankan warisan budaya agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Ketua dan para pengurus paguyuban berharap kegiatan syukuran ini menjadi awal yang baik bagi kebangkitan kembali Indrakila. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, serta para donatur, mereka optimistis seni budaya kuda kepang akan terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Belakang Padang.
“Kami ingin budaya Jawa Tengah tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda. Indrakila akan terus berkomitmen melestarikan seni kuda kepang sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara,” ujar salah satu pengurus paguyuban.
Melalui semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya, Paguyuban Kuda Kepang Indrakila diharapkan terus eksis serta mampu menjadi ikon pelestarian seni tradisional Jawa Tengah di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam.
Izazat Karunia












