PANGANDARAN,Jejakkasusnews.web.id – 31 AGUSTUS 2026 — Video yang memperlihatkan sejumlah orang terjatuh dari Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya RT 01/12, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi saat prosesi peresmian jembatan yang dibangun oleh Kodim 0625/Pangandaran. Dalam kejadian itu, sejumlah warga dan rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Bupati Pangandaran, berada di atas jembatan dan kemudian terjatuh setelah salah satu bagian sistem penahan mengalami gangguan.
Namun, TNI AD meluruskan narasi yang beredar di media sosial yang menyebut Jembatan Gantung Pongpet ambruk atau runtuh secara keseluruhan.
Menurut keterangan TNI AD, struktur utama jembatan tidak mengalami keruntuhan total. Kendala terjadi pada salah satu tali sling penahan di sisi kiri yang terlepas atau terputus dari sistem pengikat utama.
“Kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan. Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sementara bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama,” demikian keterangan TNI AD.
BATAS KAPASITAS JEMBATAN DISEBUT SUDAH DISOSIALISASIKAN
TNI AD menyebutkan bahwa sebelum jembatan digunakan, pihak Kodim 0625/Pangandaran telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai batas kapasitas atau beban yang dapat ditanggung oleh jembatan tersebut.
Namun, setelah prosesi peresmian, ketentuan mengenai kapasitas jembatan tersebut disebut tidak diindahkan karena masyarakat dan sejumlah pejabat kemudian berjalan secara bersamaan di atas jembatan.
Situasi tersebut diduga memberikan beban pada sistem penahan jembatan hingga akhirnya salah satu tali sling pada sisi kiri mengalami gangguan dan terputus dari sistem pengikat utamanya.
ROMBONGAN BUPATI IKUT TERJATUH
Peristiwa terjadi setelah Bupati Pangandaran melakukan pengguntingan pita sebagai bagian dari prosesi peresmian.
Setelah acara tersebut, jajaran Forkopimda bersama masyarakat berjalan di atas jembatan. Dalam kondisi jembatan dipenuhi orang, tali sling penahan di sisi kiri mengalami gangguan.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah orang yang berada di atas jembatan kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Rombongan pejabat, termasuk Bupati Pangandaran, turut berada di antara orang-orang yang terdampak dalam insiden tersebut.
Video kejadian kemudian beredar luas di media sosial dan memunculkan berbagai narasi, termasuk anggapan bahwa jembatan tersebut ambruk saat baru saja diresmikan.
MASIH DITUTUP, MENUNGGU PERBAIKAN DAN EVALUASI
TNI AD memastikan jembatan tersebut untuk sementara belum dapat digunakan masyarakat.
Perbaikan dan evaluasi teknis dilakukan bersama pemerintah daerah setempat untuk memastikan kondisi jembatan kembali aman serta memenuhi aspek kelayakan sebelum nantinya dibuka kembali untuk masyarakat.
Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian penting agar aspek kapasitas beban, sistem pengikat, pengawasan teknis, serta tata cara penggunaan jembatan benar-benar diperhatikan, khususnya saat sebuah fasilitas baru pertama kali dibuka dan digunakan oleh masyarakat dalam jumlah besar.
Dengan demikian, berdasarkan keterangan TNI AD, insiden Jembatan Gantung Pongpet bukan merupakan ambruknya keseluruhan struktur jembatan, melainkan gangguan pada sistem penahan setelah salah satu tali sling pada sisi kiri terputus atau terlepas dari pengikat utama.
Meski demikian, evaluasi teknis tetap diperlukan untuk memastikan penyebab secara menyeluruh dan menjamin keselamatan masyarakat sebelum jembatan kembali dioperasikan.
Hendra












