Garut,Jejak-kasusnews.web.id – Ketenangan warga Kampung Cinta Resmi, Rt 001 Rw 003, Desa Cihikeu, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, terusik pada Minggu sore pukul 15.00 WIB. setelah seekor ular jenis Kobra ditemukan “nongkrong” di teras rumah salah satu warga.
Khawatir akan keselamatan keluarga dan risiko gigitan mematikan, pemilik rumah bernama Dedi, segera menghubungi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) UPT Wilayah 2 Bungbulang, untuk proses evakuasi.
Saat itu pemilik rumah, Bapak Dedi mengaku terkejut saat melihat seekor ular berwarna gelap dengan posisi kepala tegak (melingkar) tepat di depan pintu masuk.
”Awalnya saya kira kabel apa pas didekati ternyata ular itu langsung berdiri dan mengeluarkan suara mendesis. Saya langsung mundur” ujar Dedi
Menyadari bahwa itu adalah ular Kobra yang sangat berbisa, Dedi tidak berani mengambil tindakan sendiri. Ia segera menghubungi layanan Damkar karena takut ular tersebut masuk ke dalam rumah atau menggigit warga sekitar yang melintas.
Proses Evakuasi
Tak butuh waktu lama, tim dari unit Damkar tiba di lokasi dengan peralatan lengkap seperti snake hook (tongkat penjepit) dan pelindung diri.
Petugas tiba 20 menit setelah laporan diterima.
Teknik penangkapan menggunakan penjepit khusus agar ular tidak terluka namun tetap dalam kendali yang akhirnya ular berhasil ditangkap untuk di evakuasi berlangsung sekitar 39 menit hingga ular berhasil dimasukkan ke dalam karung pengaman.
Kepala Pemadam Kebakaran (Damkar) UPT Wilayah 2 Bungbulang, Yaumal Asri, S.E.
mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada jika menemukan hewan berbisa di lingkungan rumah.
“Jangan bertindak sendiri, Hindari memukul atau menangkap ular berbisa tanpa keahlian khusus.
Jaga kebersihan pastikan tumpukan barang bekas atau semak-semak di sekitar teras dibersihkan agar tidak menjadi sarang ular.
Gunakan wewangian karena Ular tidak menyukai bau tajam seperti karbol atau pembersih lantai yang menyengat,” ucapnya.
Saat ini, ular Kobra tersebut telah diamankan di markas Damkar sebelum nantinya akan dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari pemukiman warga
(Enjang)












