BATAM,Jejakkasusnews.web.id โ Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengingatkan mahasiswa baru Universitas Batam (Uniba) agar tidak sekadar menyandang status mahasiswa.
Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, mahasiswa dituntut memiliki daya kritis, karakter kuat, serta kemampuan analisis yang matang agar tidak mudah terjebak arus informasi yang dibentuk algoritma media sosial.
Pesan itu disampaikan Amsakar saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Batam Tahun 2026 di Gedung Graha Bintang, Universitas Batam.
Menurut Amsakar, memasuki perguruan tinggi bukan sekadar melanjutkan pendidikan. Status sebagai mahasiswa membawa tanggung jawab untuk mulai membangun pola pikir yang lebih mandiri, kritis, dan bertanggung jawab.
โSetelah memegang atribut mahasiswa, kemampuan analisis harus bertanggung jawab,โ ujar Amsakar.
Ia menjelaskan, PKKMB menjadi pintu awal bagi mahasiswa mengenal lingkungan akademik, mulai dari pimpinan universitas, program studi, para senior, hingga proses pembelajaran. Pengenalan tersebut penting agar mahasiswa lebih mudah beradaptasi saat perkuliahan dimulai.
Namun, proses menjadi mahasiswa tidak berhenti pada kemampuan beradaptasi. Amsakar mendorong mahasiswa membiasakan diri memperkaya data, menggunakan pendekatan ilmiah, dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
โGunakan teknik-teknik yang dipelajari, lakukan pengayaan data untuk mengembangkan daya kritis,โ pesannya.
Tantangan lain yang tak kalah penting, kata Amsakar, datang dari derasnya arus informasi digital. Generasi Z hidup dalam situasi ketika informasi hadir tanpa henti melalui media sosial dan berbagai platform digital.
Algoritma membuat seseorang cenderung menerima informasi sesuai dengan preferensi dan ketertarikannya. Kondisi itu, menurut Amsakar, perlu diimbangi dengan kemampuan memilah informasi secara cermat.
โGen Z ini adalah generasi yang setiap hari dijejali oleh berbagai informasi. Seluruh informasi itu cenderung mengejar algoritma,โ katanya.
Ia mengingatkan, informasi yang ramai diperbincangkan belum tentu menjadi informasi yang paling benar. Karena itu, mahasiswa perlu membiasakan diri memeriksa data, memahami konteks, dan tidak sekadar mengikuti sesuatu yang sedang viral.
Amsakar mencontohkan ketika Presiden Prabowo Subianto menyampaikan nota keuangan. Mahasiswa, menurutnya, perlu memahami substansi dan konteks pembahasannya, bukan hanya mengikuti potongan informasi yang beredar di media sosial.
โLebih baik kalau kritis itu didasari atas analisa yang cermat, didasari atas pertimbangan yang baik,โ ujarnya.
Selain kemampuan akademik, Amsakar menekankan pentingnya penguatan karakter. Perkembangan teknologi, katanya, tidak boleh membuat hubungan sosial dan interaksi dalam keluarga maupun masyarakat semakin renggang.
Mahasiswa perlu menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dengan hubungan nyata di lingkungan sekitarnya.
โKalau tidak memiliki karakter yang kuat, kalau tidak memiliki dasar informasi pada kebenaran, saya kira tidak akan bisa menjadi generasi yang unggul,โ katanya.
Amsakar juga mengajak mahasiswa membangun kesalehan sosial. Ia berharap generasi muda menghadirkan gagasan yang memperkuat persatuan, bukan justru memperlebar jarak melalui narasi yang memicu kecurigaan dan pertentangan.
Pesan tersebut semakin relevan dengan perkembangan Batam sebagai kawasan strategis nasional. Selain perdagangan dan industri manufaktur, Batam terus berkembang di sektor ekonomi digital, industri MRO penerbangan, hingga investasi teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Perkembangan tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang kompetitif, adaptif, dan mampu mengikuti perubahan dunia kerja.
Amsakar mengatakan perhatian pemerintah pusat terhadap Batam juga terus diperkuat. Selama memimpin Batam, ia menyebut telah beberapa kali bertemu Presiden Prabowo Subianto untuk membahas berbagai hal terkait pengembangan Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.
โJakarta memiliki atensi terhadap negeri yang kita cintai, terhadap kota yang kita cintai,โ ujarnya.
Karena itu, Amsakar meminta mahasiswa baru Uniba memanfaatkan masa kuliah untuk belajar serius, membangun kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
โBelajar serius, menjadi generasi yang membanggakan, dan mempersembahkan yang terbaik bagi diri pribadi, kampus, almamater, serta yang tidak kalah penting bagi Batam dan Indonesia,โ kata Amsakar.
Ia berharap mahasiswa baru Uniba menjadi bagian dari generasi unggul yang mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Batam sekaligus ikut mewarnai perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Izazat karunia.












