MEDAN,Jejakkasusnews.web.id – 8 Oktober 2026 – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang melalui Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Reza Mulyawan, mengikuti kegiatan Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II Tahun 2026 di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran untuk menggali praktik baik dalam kepemimpinan, tata kelola organisasi, pengendalian pekerjaan, serta pengembangan inovasi pelayanan publik yang efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari pengelolaan organisasi BBPOM di Medan yang memiliki wilayah kerja mencakup 12 kabupaten/kota di Sumatera Utara dengan dukungan 132 sumber daya manusia. Di bawah kepemimpinan Mojaza Sirait, S.Si., Apt., M.M., BBPOM di Medan terus memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang telah dirintis sejak tahun 2019.
Pembelajaran juga mencakup penerapan sistem pengawasan menyeluruh (full spectrum) melalui mekanisme pre-market control dan post-market control, serta pengelolaan 10 jenis layanan publik. Dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan, BBPOM di Medan mengembangkan berbagai inovasi, antara lain ANTENA LIVE, SAHATA, ANDALIMAN, PORTAL MEDAN, SIAP GRAK, ZERO WASTE, SIDUMA, GIGAWATI, BESUA, GABE, HORAS LAE, MARTATA, dan DONGAN QUIZ. Berbagai inovasi tersebut menjadi referensi pengembangan pelayanan publik yang adaptif, inklusif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Salah satu praktik baik yang menjadi perhatian adalah ANTENA LIVE, inovasi penyebaran informasi melalui siaran langsung di media sosial yang memungkinkan komunikasi dua arah antara petugas dan masyarakat. Selain itu, peserta mempelajari penerapan layanan digital ramah penyandang disabilitas, sistem antrean online, serta forum komunikasi internal BOOSTIFY untuk memperkuat budaya kerja BerAKHLAK.
Melalui studi lapangan ini, Reza Mulyawan memperoleh referensi untuk memperkuat kepemimpinan pelayanan dan optimalisasi teknologi informasi di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang.
Hasil pembelajaran tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan inovasi DIGIKITA (Dashboard Rekapitulasi Kegiatan Terintegrasi), sekaligus mendorong peningkatan efektivitas pengelolaan data, koordinasi internal, dan penyampaian informasi publik guna mewujudkan pelayanan keimigrasian yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Izazat Karunia












