Pekan Literasi Bireuen, Ny.Musliana Ismail Apresiasi Penguatan Budaya Baca

Aceh Utara,Jejakkasusnews.web.id – Ketua Literasi Kabupaten Aceh Utara, Ny. Musliana Ismail, A.Md., menghadiri kegiatan Pekan Literasi Daerah Kabupaten Bireuen Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bireuen, Kamis (8/10/2026)

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung Layanan Perpustakaan Lantai 3, dengan agenda pembukaan Pekan Literasi Daerah dan pembagian hadiah pada Selasa (6/10/2026).

Pekan Literasi Daerah Bireuen 2026 dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya baca dan literasi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi serta kolaborasi antara instansi, satuan pendidikan, komunitas dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi.

Musliana Ismail menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan budaya literasi merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang memiliki kemampuan membaca, memahami informasi serta terus mengembangkan pengetahuan.

“Apresiasi kami sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang terus mendorong tumbuhnya budaya membaca dan penguatan literasi di tengah masyarakat,” ujar Musliana.

Ia menilai kegiatan literasi seperti ini tidak hanya berkaitan dengan membaca buku, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun interaksi, kreativitas, edukasi dan pembelajaran yang berkelanjutan.

“Literasi harus terus kita hidupkan bersama, terutama di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Dengan budaya membaca yang kuat, kita berharap lahir generasi yang memiliki wawasan luas, kritis dan mampu menghadapi perkembangan zaman,” katanya.

Musliana juga berharap kolaborasi antardaerah, instansi, komunitas literasi dan berbagai elemen masyarakat dapat terus diperkuat sehingga gerakan literasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pekan Literasi Daerah Kabupaten Bireuen Tahun 2026 merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong tumbuhnya budaya membaca serta meningkatkan kecakapan literasi masyarakat.

Kegiatan itu juga diarahkan untuk menciptakan ruang interaksi dan pembelajaran yang kreatif, edukatif, inklusif dan berkelanjutan.

[Zulfikar]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *