SAMPANG,Jejakkasusnews.web.id – Sabtu 8 Agustus 2026 — Isu menyangkut proyek P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 di seluruh desa se-Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, kini memicu gelombang kekhawatiran sekaligus kecurigaan mendalam di kalangan masyarakat, khususnya para petani. Anggaran yang disebut-sebut mencapai sekitar Rp195 JUTA, diduga hanya tersalurkan ke desa berkisar Rp60 Juta hingga Rp90 Juta. Selisih yang sangat besar itu pun menjadi tanda tanya besar yang diduga kuat sarat praktik korupsi secara terang-terangan.
Bahkan beredar dugaan, proyek yang seharusnya menjadi harapan petani untuk perbaikan irigasi dan saluran air ini diduga didukung/dibekingi oknum tertentu, termasuk kabiro media lokal, yang membuat warga merasa tidak berdaya namun tetap berani bersuara demi keadilan anggaran.
Tokoh masyarakat setempat yang inisialnya L dan R menyampaikan aspirasi mewakili warga dan para petani dengan nada tegas:
“Kami mempertanyakan secara serius realisasi anggaran P3-TGAI ini. Dana yang dianggarkan sekitar Rp195 juta, yang diterima di desa hanya Rp60–90 juta. Ke mana perginya sisa uang rakyat yang seharusnya menjadi kesejahteraan petani? Kegiatan irigasi yang menjadi urat nadi pertanian kami justru dikhawatirkan dipangkas dan digerogoti korupsi besar-besaran secara terang-terangan!”
Warga pun menyampaikan tuntutan yang lugas dan tak bisa ditawar:
✅ Memohon kepada pengawas proyek P3A/HIPPA di seluruh desa se-Kecamatan Tambelangan TA 2026 untuk segera dilakukan AUDIT MENYELURUH, guna mengembalikan kepercayaan para petani yang sudah kecewa.
✅ Memohon Dinas terkait Kabupaten Sampang segera turun melakukan pemeriksaan dan audit transparan.
✅ Memohon Kepolisian Resor Polres Sampang, Bidang Tipikor, segera turun ke lokasi melakukan penyelidikan menyeluruh atas dugaan penyimpangan anggaran tersebut.
✅ Memohon BPK turun mengawasi dan memeriksa aliran dana secara rinci.
✅ Apabila ditemukan bukti penyimpangan dan korupsi, MASYARAKAT MENUNTUT PELAKU DIHUKUM BERAT SESUAI PERINTAH PRESIDEN H. PRABOWO SUBIANTO — yang telah bertekad memberantas dan mengejar koruptor SAMPAI KE ANTARTIKA!
Warga Tambelangan menegaskan: Anggaran pertanian adalah hak petani. Tidak boleh ada yang mengambil jatah rakyat. Transparansi, audit, dan penindakan tegas — itulah yang kami tuntut sekarang juga!
(Red)












