SUMEDANG,Jejakkasusnews.web.id – Seperempat abad bukan waktu yang singkat. Lenteng Agung Auto Sport (LAAS) Sumedang kini genap berusia 25 tahun, menandai perjalanan panjang sebuah komunitas otomotif roda empat yang dibangun dari persahabatan, kebersamaan, dan solidaritas.
Momen istimewa tersebut dirayakan pada Jumat, 18 September 2026, di Cafe Lending, Sumedang. Para pendiri, pengurus, dan anggota LAAS Sumedang berkumpul dalam suasana penuh keakraban dan nostalgia.
Yang menarik, sejumlah pendiri LAAS seperti Ade Black, Haji Apuy, dan Mang Iik turut hadir dalam perayaan tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam mengenang kembali perjalanan LAAS sejak awal berdiri hingga mampu melewati berbagai perubahan zaman.
Di hadapan para anggota, para pendiri kembali menceritakan berbagai kenangan dan dinamika saat LAAS pertama kali dibangun. Cerita tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan sebuah komunitas tidak hanya dibangun melalui kesamaan hobi, tetapi juga melalui hubungan persaudaraan dan komitmen untuk menjaga kebersamaan.
Sementara itu, Ebi selaku Ketua LAAS Sumedang saat ini mengaku bangga melihat solidaritas dan kekompakan yang masih terjaga di antara anggota.
Menurutnya, tantangan komunitas saat ini berbeda dibandingkan masa-masa awal berdirinya LAAS. Kesibukan pekerjaan dan keluarga membuat para anggota memiliki aktivitas masing-masing. Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak menghilangkan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan LAAS.
“Mudah-mudahan LAAS Sumedang tetap eksis di dunia otomotif, khususnya roda empat. Walaupun saat ini banyak yang sibuk dengan pekerjaan dan keluarga masing-masing, mudah-mudahan solidaritas dan kekompakan tetap terjaga,” ujar Ebi.
25 tahun LAAS Sumedang akhirnya bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah komunitas. Lebih dari itu, anniversary menjadi ruang untuk mempertemukan kembali mereka yang pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang LAAS.
Dari para pendiri, pengurus, hingga anggota lintas generasi, semuanya menjadi bagian dari cerita yang telah terukir selama seperempat abad.
LAAS Sumedang: 25 tahun perjalanan, satu semangat persaudaraan.
Nurrakhman












